Kamis, 4 Juni 2026

Mampir di Jember! Festival Film Santri Gelar Nobar dan Sosialisasi Bareng Para Santri di Sinema Kelontong Sudut Kalisat

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 21:00 WIB
Sinema Kelontong Sudut Kalisat (Qorry 'Aina Damayanti)
Sinema Kelontong Sudut Kalisat (Qorry 'Aina Damayanti)

SketsaNusantara.id - Dalam rangkaian menuju pameran tahunan Kalisat Tempo Dulu, Kolektif Sudut Kalisat menggelar serangkaian acara selama 10 bulan, salah satunya Festival Kampung Lorstkal.

Festival Kampung Lorstkal diselenggarakan bertepatan dengan dua momen penting yaitu peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus dan datangnya bulan Sapar dalam penanggalan Jawa.

Salah satu rangkaian kegiatan pada Festival Kampung Lorstkal yaitu Sinema Kelontong, acara nonton film bareng.

Baca Juga: Sudut Kalisat Hidupkan Sejarah Lokal Lewat Merokat Kenangan, Sebuah Upaya Untuk Mengenal dan Mencintai Kampung Halaman

Sinema Kelontong kedua yang diselenggarakan pada Selasa, 12 Agustus 2025 kemarin malam bekerjasama dengan Festival Film Santri, festival film nasional yang berpusat di Kota Surabaya.

Ada enam judul film yang diputar, diantaranya Akar Pohon, Lantun Rakyat, Saling Silang Sandal, Cahe, Hitler Mati di Surabaya, dan Dawuh.

Beberapa film yang ditayangkan pada Sinema Kelontong kemarin malam adalah karya dari santri-santri di beberapa pondok pesantren.

Baca Juga: Antara Kentongan, Mantra, dan Sayap Merpati: Kisah Budi Prasetyo Menjaga Tradisi Getakan dari Desa Ajung Kalisat

Yogi Ishabib, Direktur Program Festival Film Santri, menyatakan bahwa Sudut Kalisat memiliki semangat yang sama dengan gelaran festival tersebut, hingga terwjudnya kolaborasi dalam Sinema Kelontong.

"Saya pikir Sudut Kalisat adalah kolektif seni yang punya jejaring dan nantinya bisa kita kolaborasikan," ungkap Yogi Ishabib, di Ruang Ingatan Sudut Kalisat pasca acara nonton bareng.

Festival Film Santri, kata Yogi, juga tengah membuka pendaftaran untuk film pendek bertema Iqro (bacalah) hingga 5 September 2025.

Baca Juga: Kalisat Tempo Dulu 9 Dara Memeta Kota, Sebuah Upaya Melihat Perjalanan Peradaban Kota Jember dari Perspektif yang Berbeda

"Meskipun tajuknya adalah Festival Film Santri, semua orang boleh mengirimkan filmnya sesuai dengan tema kuratorial tahun ini, yaitu Iqra, Bacalah," jelasnya.

Sherin Fardarisa, salah satu penonton Sinema Kelontong menilai bahwa program ini menjadi wadah bar bagi para pelaku seni.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X