Dari video yang beredar, terlihat massa melemparkan botol air kemasan berisi air kepada aparat kepolisian.
Sementara itu aparat kepolisian juga terekam kamera menembakkan gas air mata ke arah massa.
Demonstrasi ini awalnya menuntut pembatalan kenaikan PBB yang diumumkan Bupati Pati pada Maret 2025 lalu.
Namun kebijakan tersebut resmi dibatalkan oleh Sudewo beberapa hari sebelum aksi dilaksanakan.
Namun massa tetap menggelar demo dengan tuntutan agar Sudewo turun dari jabatannya.
Tuntutan tersebut diduga imbas dari pernyataan Sudewo beberapa waktu lalu.
Sudewo pernah mengeluarkan pernyataan berisi tanggapannya mengenai aksi demo 13 Agustus 2025.
Dalam pernyataan tersebut, Sudewo dengan tegas tidak akan membatalkan kebijakan kenaikan PBB meski didemo oleh 5.000 orang.
Namun yang memicu reaksi warga yakni pernyataannya yang dinilai menantang.
“Kalau mau nolak, jangan cuma 5.000 orang, suruh saja 50.00 orang turun,” tuturnya seperti dikutip dari postingan akun X @Ary_PrasKe2.
Sudewo pun sempat memberikan klarifikasi terkait pernyataannya itu saat menghadiri rangkaian acara HUT Pati pada 7 Agustus 2025 lalu.
Ia mengaku tidak bermaksud untuk menantang masyarakat. Sayangnya, klarifikasi Sudewo tak membuat massa mengurungkan niat untuk membatalkan aksi demo 13 Agustus 2025.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Fakta Penundaan Pemeriksaan Jokowi dalam Kasus Dugaan Ijazah Palsu Menurut Pengacara Roy Suryo
Kasus Korupsi Kuota Haji Naik Penyidikan, KPK Cegah Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas ke Luar Negeri
Jadwal Aksi Damai di Pati 13 Agustus 2024, Massa Bakal Paksa Anggota DPRD Turun ke Jalan: Dilarang untuk...
Komisi B DPRD Jember Minta Disperindag Pastikan Elpiji 3 Kg Stok dan Harganya Stabil
Bupati Jember Gus Fawait Pastikan Kesiapan Bandara Notohadinegoro, Panerbangan Jember-Jakarta Dimulai 17 Agustus Mendatang