Namun seminggu sebelum aksi berjalan, terjadi kericuhan saat massa tengah membuka posko donasi untuk demonstrasi tersebut.
Pada 5 Agustus 2025 lalu, sejumlah petugas Satpol PP Pati mengangkut paksa puluhan dus air mineral hasil donasi warga.
Hal tersebut memicu kemarahan hingga massa mencoba merebut kembali barang-barang hasil donasi yang dikumpulkan sejak 1 Agustus 2025 ini.
Tak hanya itu, keributan juga terus berlanjut, bahkan salah seorang massa terlibat adu mulut dengan Plt Sekda Pati, Riyoso.
Menanggapi insiden itut, Sudewo menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan lantaran kegiatan donasi dilakukan di area yang akan digunakan dalam proses kirab dalam HUT Kabupaten Pati pada 7 Agustus.
Beberapa hari kemudian tepatnya pada 9 Agustus 2025, Sudewo akhirnya memutuskan untuk membatalkan kebijakan kenaikan PBB.
Kendati demikian, aksi unjuk rasa akan tetap digelar dengan tuntutan baru, yakni mundurnya Bupati Pati dari jabatannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Merasa Didukung Penuh Prabowo Tapi Terhambat Lambannya Danantara, Dirut Agrinas Pangan Nusantara Resmi Mengundurkan Diri
Susi Pudjiastuti Kritik Zulhas, Sebut Korupsi Musuh Utama Negara, Bukan Kemiskinan! Netizen Ramai Soroti Kesenjangan Sosial di Indonesia
Fakta Penundaan Pemeriksaan Jokowi dalam Kasus Dugaan Ijazah Palsu Menurut Pengacara Roy Suryo
Kasus Korupsi Kuota Haji Naik Penyidikan, KPK Cegah Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas ke Luar Negeri