Kamis, 4 Juni 2026

Jangan Salah Tulis! Begini Penulisan yang Tepat untuk Ucapan HUT RI Sesuai Kaidah Bahasa Indonesia

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 9 Agustus 2025 | 22:00 WIB
Contoh penggunaan sistem pada media dengan format horizontal yang hanya menggunakan elemen identitas HUT ke-80 RI  (Dok.Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia)
Contoh penggunaan sistem pada media dengan format horizontal yang hanya menggunakan elemen identitas HUT ke-80 RI (Dok.Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia)

Kedua, penggunaan tanda hubung wajib diterapkan untuk merangkai unsur berbeda, termasuk antara huruf kapital dan huruf nonkapital atau antara huruf dan angka, seperti pada penulisan Ke-80, bukan “ke 80” atau “Ke80”.

Ketiga, dalam judul atau frasa resmi, awalan “Ke” pada HUT Ke-80 RI harus ditulis dengan huruf kapital karena berfungsi sebagai penanda urutan dan menjadi bagian dari nama, bukan kata tugas.

Baca Juga: Terus Update! 10 Link Twibbon HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Desain Merah Putih Modern Cocok Unggah di Medsos 17 Agustus 2025 

Keempat, penempatan urutan kata juga penting; bentuk yang benar adalah HUT Ke-80 RI karena jika ditulis “HUT RI Ke-80” justru memberi makna keliru.

Kelima, kata “Dirgahayu” yang berarti “berumur panjang” lazim digunakan sebagai ucapan doa untuk negara atau organisasi, sehingga frasa Dirgahayu Republik Indonesia sudah tepat secara kaidah.

Berdasarkan aturan tersebut, beberapa contoh penulisan yang benar antara lain HUT Ke-80 RI, Selamat Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia, Peringatan Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia, Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia, Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia, Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia, Dirgahayu Republik Indonesia, dan HUT LXXX Republik Indonesia.

Baca Juga: 20 Kata-Kata Hari Kemerdekaan Ala Gen Z yang Cocok Buat Caption Sosial Media: Keren, Penuh Semangat, dan Bikin Bangga!

Bagi sebagian orang, aturan bahasa mungkin terlihat kaku. Namun, seperti halnya bendera merah putih yang harus dikibarkan dengan tata cara tertentu, bahasa Indonesia juga memiliki aturan yang bertujuan menjaga kehormatan dan konsistensi.

Penulisan yang benar akan menghindarkan dari kesan ceroboh dan menunjukkan rasa hormat terhadap bahasa resmi negara.

Selain itu, dengan maraknya media sosial, penulisan yang salah bisa cepat menyebar dan diikuti oleh banyak orang.

Inilah mengapa penting bagi lembaga bahasa untuk terus mengedukasi masyarakat agar terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya dalam momen-momen penting kenegaraan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: X @BB_Kalbar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X