SketsaNusantara.id - Penipuan produk makanan kembali meresahkan publik. Kali ini, giliran selai cokelat populer Ovomaltine yang dipalsukan dan beredar luas di platform e-commerce.
Temuan tersebut diungkap oleh Ko Steve, seorang kreator konten yang dikenal aktif membongkar produk-produk palsu.
Temuan tersebut diungkap oleh Ko Steve, seorang kreator konten yang dikenal aktif membongkar produk-produk palsu.
Dalam video yang dibagikannya di Instagram @kosteve_, ia mengulas secara rinci perbedaan antara Ovomaltine asli dan tiruan, serta dampak bahayanya jika sampai dikonsumsi.
Baca Juga: Bukan Tantang Rakyat, Bupati Pati Jelaskan Maksud Pernyataannya Soal 50.000 Massa, Sudewo: Saya hanya...
"Ovomaltine asli vs Ovomaltine palsu, kali ini gua ditipu, gua dikirim Ovomaltine, kalian lihat packagingnya cuma ditutup plastik resek, ini produk yang dikonsumsi oleh keluarga di Indonesia juga dipalsukan, kita bakal lihat sisi dalamnya, ini menurut gua udah kelewatan ya, ini produk yang dikonsumsi oleh anak-anak, kemungkinan anak kamu juga konsumsi ini," ujar Ko Steve saat membuka paket selai cokelat yang mencurigakan.
Ia kemudian menjelaskan bahwa kemasan Ovomaltine yang asli menggunakan kaca, sementara versi palsunya hanya menggunakan plastik dan sekadar ditempeli stiker Ovomaltine.
"Untuk kemasan waktu datang yang palsu, dia hanya men-stickerkan dengan logo Ovomaltine, ini minyak nampak gak? ini ada minyak bocor gak di atas? Ovomaltine yang asli bersih, tidak ada minyak yang bocor," lanjutnya.
"Ovomaltine asli vs Ovomaltine palsu, kali ini gua ditipu, gua dikirim Ovomaltine, kalian lihat packagingnya cuma ditutup plastik resek, ini produk yang dikonsumsi oleh keluarga di Indonesia juga dipalsukan, kita bakal lihat sisi dalamnya, ini menurut gua udah kelewatan ya, ini produk yang dikonsumsi oleh anak-anak, kemungkinan anak kamu juga konsumsi ini," ujar Ko Steve saat membuka paket selai cokelat yang mencurigakan.
Ia kemudian menjelaskan bahwa kemasan Ovomaltine yang asli menggunakan kaca, sementara versi palsunya hanya menggunakan plastik dan sekadar ditempeli stiker Ovomaltine.
"Untuk kemasan waktu datang yang palsu, dia hanya men-stickerkan dengan logo Ovomaltine, ini minyak nampak gak? ini ada minyak bocor gak di atas? Ovomaltine yang asli bersih, tidak ada minyak yang bocor," lanjutnya.
Baca Juga: Gagal Pertahankan Pernikahan, Dahlia Poland Resmi Ajukan Cerai ke Fandy Christian, Selingkuh Lagi-Lagi Jadi Isu Panas
Ko Steve lalu membandingkan tekstur dari kedua produk.
Ko Steve lalu membandingkan tekstur dari kedua produk.
"Ini untuk yang asli nampak Ovomaltine crunchy ya, kita lihat yang palsu. Sebenernya dari segi tekstur kalian lihat, ini minyakan banget. Tapi Ovomaltine yang asli, kamu lihat, dia lebih kering," jelasnya.
Ia menuangkan kedua produk ke dalam cawan petri untuk menunjukkan perbedaan. "Ovomaltine itu teksturnya dia lebih compact, jadi tidak banyak minyak, dan kita akan kasih kalian lihat Ovomaltine palsu. Ini apa ini? Ini minyak semua gak? Gua-gua buktiin ya ini minyak dari mana ya, nampak gak itu? Itu minyak semua."
Ia menuangkan kedua produk ke dalam cawan petri untuk menunjukkan perbedaan. "Ovomaltine itu teksturnya dia lebih compact, jadi tidak banyak minyak, dan kita akan kasih kalian lihat Ovomaltine palsu. Ini apa ini? Ini minyak semua gak? Gua-gua buktiin ya ini minyak dari mana ya, nampak gak itu? Itu minyak semua."
Ko Steve pun mencicipi masing-masing selai untuk mengetahui perbedaan rasa.
"Sekarang kita akan buktikan dari segi rasa. Crunchy, enak banget, seperti Ovomaltine pada umumnya, bener-bener Ovomaltine. Kita bakal tes yang palsu, ini yang banyak minyak ya, ini juga selai coklat tapi dia bukan Ovomaltine. Gak ada rasa Ovomaltine ya, jadi ini adalah rasa selai coklat yang diproduksi rumahan. Jadi ini bukan Ovomaltine dari repack. Dan kalian juga gak tau ini isiannya apa. Ini produk inegal, ini gak ada cetakan ya, BPOM-nya gak ada, komposisi tidak ada," tegasnya.
"Kalian hati-hati ya, jangan sampai produk yang dikonsumsi oleh keluarga-keluarga kecil di Malaysia malah dipalsukan dan kalian percaya. Dan yang paling parah ini bener-bener isinya minyak. Untuk yang palsu, ini rasanya lebih manis daripada yang asli," tambah Ko Steve mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap produk yang dibeli secara online.
"Kalian hati-hati ya, jangan sampai produk yang dikonsumsi oleh keluarga-keluarga kecil di Malaysia malah dipalsukan dan kalian percaya. Dan yang paling parah ini bener-bener isinya minyak. Untuk yang palsu, ini rasanya lebih manis daripada yang asli," tambah Ko Steve mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap produk yang dibeli secara online.
Baca Juga: Luncurkan Ikrar Griya Moderasi Beragama, UIN KHAS Jember Tegaskan Aksi Nyata Moderasi Lintas Agama
"Dan kalian lihat, koko akan tuangkan air panas untuk kasih kalian lihat dari sisi telah kena air panas. Kalian lihat gak? Minyak yang koko maksud, ada minyak yang naik. Ini lebih jernih hasilnya karena tidak ada minyak yang bocor di atas. Ini udah gue buktiin, dari sisi kualitas udah berbeda. Kita coba aduk, ini juga masih keras. Sekarang kita lihat yang palsu, warnanya lebih keruh karena ada campuran minyak lagi tambahan. Dan ini memang bukan Ovomaltine," ucap Ko Steve menunjukkan eksperimen dengan air panas untuk melihat reaksi dari produk asli dan palsu.
Unggahan video tersebut langsung dibanjiri komentar netizen yang merasa resah dan geram terhadap beredarnya produk palsu tersebut. Beberapa di antaranya menyuarakan kekhawatiran soal keamanan makanan di platform belanja online.
"Sekarang kalau mau beli makanan di Shopee jadi was-was, apalagi skincare," tulis @poetrijoella.official.
Unggahan video tersebut langsung dibanjiri komentar netizen yang merasa resah dan geram terhadap beredarnya produk palsu tersebut. Beberapa di antaranya menyuarakan kekhawatiran soal keamanan makanan di platform belanja online.
"Sekarang kalau mau beli makanan di Shopee jadi was-was, apalagi skincare," tulis @poetrijoella.official.
Baca Juga: Grand Opening Law Merch FH UNEJ Diresmikan Rektor, Toko Merchandise Jadi Wadah Kreatif Mahasiswa dan Simbol Identitas Kampus
"Untung makan sendiri kita beli yang ori, no repack-repack serem buat kesehatan," komentar @darksistem090.
Ada pula yang menyoroti tampilan fisik kemasan produk palsu yang terlihat jelas mencurigakan. "Dari packagingnya udah mencurigakan," ujar @hesty.serenity.
"Aduh takut banget dipake di produk roti bakar," tulis @natshs dengan emoji ketakutan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @kosteve_, edukasi semacam ini sangat penting untuk melawan mafia produk palsu yang marak menyasar e-commerce atau pasar online.***
"Untung makan sendiri kita beli yang ori, no repack-repack serem buat kesehatan," komentar @darksistem090.
Ada pula yang menyoroti tampilan fisik kemasan produk palsu yang terlihat jelas mencurigakan. "Dari packagingnya udah mencurigakan," ujar @hesty.serenity.
"Aduh takut banget dipake di produk roti bakar," tulis @natshs dengan emoji ketakutan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @kosteve_, edukasi semacam ini sangat penting untuk melawan mafia produk palsu yang marak menyasar e-commerce atau pasar online.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Murah dan Dekat! Ini 4 Rekomendasi Hotel yang Cocok Untuk Bermalam Selama Acara JFC 2025
Siapa Bupati Pati? Profil Sudewo yang Naikkan PBB hingga 250 Persen dan Tantang 50 Ribu Pendemo, Ternyata dari Partai...
5 Fakta Sudewo, Bupati Pati yang Penuh Kontroversi, 2 Kali Jadi Anggota DPR, Tak Pernah Lapor Harta Kekayaan?
5 Tokoh ini Jadi Ujung Tombak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945, Siapa Saja Mereka?
Holding Ultra Mikro Salurkan Rp631,9 Triliun bagi 34,7 Juta UMKM hingga Juni 2025, Dukung Ekonomi Kerakyatan secara Inklusif
Respons Mahkamah Agung Usai Pihak Tom Lembong Laporkan Majelis Hakim Tipikor PN Jakarta Pusat: Hakim Tersebut Telah...
Indonesia Merdeka Tanggal 17 atau 18 Agustus 1945? Inilah Beberapa Fakta Mengejutkan 1 Hari Setelah Pembacaan Teks Proklamasi