Minggu, 19 Juli 2026

Klarifikasi dan Permintaan Maaf atas Kekeliruan Pemberitaan Terkait Acara Karnaval Sound Horeg di Lumajang

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 6 Agustus 2025 | 20:52 WIB
Ilustrasi - sound horeg di Desa Selok Awar-Awar, Lumajang, berujung ricuh, pasca tragedi ibu rumah tangga meninggal dunia setelah menonton karnaval (Instagram/sound_horeg_lumajang)
Ilustrasi - sound horeg di Desa Selok Awar-Awar, Lumajang, berujung ricuh, pasca tragedi ibu rumah tangga meninggal dunia setelah menonton karnaval (Instagram/sound_horeg_lumajang)

SketsaNusantara.id - Pembaca budiman, melalui tulisan ini, saya selaku penulis, menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi atas pemberitaan yang dimuat di halaman website Sketsa Nusantara pada hari Selasa, 5 Agustus 2025.

Berita yang dimaksud dipublikasikan dalam artikel berjudul: Geger! Terjadi Kerusuhan dalam Acara Karnaval Sound Horeg di Lumajang, Bupati Ikut Turun Tangan.

Tulisan tersebut dibuat berdasarkan sumber wawancara ke awak media Kompas yang ditulis dalam artikel bertajuk "Ibu di Lumajang Meninggal Saat Tonton Sound Horeg, Polisi Akui Keluarkan Izin Karnaval dengan "Sound System".

Pernyataan Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro Abimanyu dalam berita tersebut saya kutip dalam artikel untuk Sketsa Nusantara karena sumber tersebut biasanya dianggap sebagai pernyataan resmi yang bisa dikutip secara bebas.

Oleh karena itu, melalui tulisan ini redaksi Sketsa Nusantara meminta maaf kepada Ipda Untoro, apabila ada tulisa artikel yang tidak sesuai dengan kenyataan dan tanpa adanya konfirmasi dengan yang bersangkutan.

Selain itu, penulis menyatakan bahwa terjadi kekeliruan dalam penggunaan diksi "kerusuhan" "dan "geger", yang ditekankan dalam artikel.

Faktanya, dalam kondisi sebenarnya tidak terjadi kerusuhan sehingga artikel di take down karena penggunaan diksi "kerusuhan" bersifar provokatif.

Menyadari kekeliruan dalam penulisan artikel, saya selaku penulis mewakili Redaksi Sketsa Nusantara memutuskan melakukan take down atas berita yang sempat dipublikasikan.

Redaksi SketsaNusantara.id juga telah berkomunikasi dengan Kasi Humas Polres Lumajang dan dengan sangat bijak menanggapi pemberitaan dan menjelaskan bahwa artikel yang ditulis memiliki kekeliruan dalam penggunaan diksi "kerusuhan" serta tidak adanya konfirmasi dari narasumber.

Melalui tulisan ini, redaksi Sketsa Nusantara menyatakan bahwa pemberitaan mengenai kerusuhan akibat sound horeg di Desa Selok Awar-Awar tidak benar dan kini berita tersebut sudah di-take down dari situs SketsaNusantara.id.

Kami mengimbau pihak lain dan/atau konten kreator lain untuk tidak meyebarluaskan, dan/atau men-takedown jika sudah kadung merepost, pemberitaan kami tersebut.

Redaksi SketsaNusantara.id juga menyampaikan terima kasih kepada Kasi Humas Polres Lumajang yang dengan bijak telah mengingatkan kesalahan berita yang dimuat di portal SketsaNusantara.id.

Demikian klarifikasi ini kami buat dengan kesadaran penuh tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Tulisan ini dibuat dengan kesadaran moral sebagai media publik yang bertanggung jawab atas kebenaran pemberitaan yang dipublikasikan kepada masyarakat.***

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X