SketsaNusantara.id - Pembaca budiman, melalui tulisan ini, saya selaku penulis, menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi atas pemberitaan yang dimuat di halaman website Sketsa Nusantara pada hari Selasa, 5 Agustus 2025.
Berita yang dimaksud dipublikasikan dalam artikel berjudul: Geger! Terjadi Kerusuhan dalam Acara Karnaval Sound Horeg di Lumajang, Bupati Ikut Turun Tangan.
Tulisan tersebut dibuat berdasarkan sumber wawancara ke awak media Kompas yang ditulis dalam artikel bertajuk "Ibu di Lumajang Meninggal Saat Tonton Sound Horeg, Polisi Akui Keluarkan Izin Karnaval dengan "Sound System".
Pernyataan Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Untoro Abimanyu dalam berita tersebut saya kutip dalam artikel untuk Sketsa Nusantara karena sumber tersebut biasanya dianggap sebagai pernyataan resmi yang bisa dikutip secara bebas.
Oleh karena itu, melalui tulisan ini redaksi Sketsa Nusantara meminta maaf kepada Ipda Untoro, apabila ada tulisa artikel yang tidak sesuai dengan kenyataan dan tanpa adanya konfirmasi dengan yang bersangkutan.
Selain itu, penulis menyatakan bahwa terjadi kekeliruan dalam penggunaan diksi "kerusuhan" "dan "geger", yang ditekankan dalam artikel.
Faktanya, dalam kondisi sebenarnya tidak terjadi kerusuhan sehingga artikel di take down karena penggunaan diksi "kerusuhan" bersifar provokatif.
Menyadari kekeliruan dalam penulisan artikel, saya selaku penulis mewakili Redaksi Sketsa Nusantara memutuskan melakukan take down atas berita yang sempat dipublikasikan.
Redaksi SketsaNusantara.id juga telah berkomunikasi dengan Kasi Humas Polres Lumajang dan dengan sangat bijak menanggapi pemberitaan dan menjelaskan bahwa artikel yang ditulis memiliki kekeliruan dalam penggunaan diksi "kerusuhan" serta tidak adanya konfirmasi dari narasumber.
Melalui tulisan ini, redaksi Sketsa Nusantara menyatakan bahwa pemberitaan mengenai kerusuhan akibat sound horeg di Desa Selok Awar-Awar tidak benar dan kini berita tersebut sudah di-take down dari situs SketsaNusantara.id.
Kami mengimbau pihak lain dan/atau konten kreator lain untuk tidak meyebarluaskan, dan/atau men-takedown jika sudah kadung merepost, pemberitaan kami tersebut.
Redaksi SketsaNusantara.id juga menyampaikan terima kasih kepada Kasi Humas Polres Lumajang yang dengan bijak telah mengingatkan kesalahan berita yang dimuat di portal SketsaNusantara.id.
Demikian klarifikasi ini kami buat dengan kesadaran penuh tanpa tekanan dari pihak mana pun.
Tulisan ini dibuat dengan kesadaran moral sebagai media publik yang bertanggung jawab atas kebenaran pemberitaan yang dipublikasikan kepada masyarakat.***
Artikel Terkait
Sound Horeg Kembali Telan Korban! Seorang Ibu Asal Lumajang Jawa Timur Meninggal Dunia saat Lihat Karnaval
Siapa Penemu Sound Horeg? Inilah Sosok Mbah Ngox dari Blitar yang Eksis sejak 1985 dengan Faskho Sengox, Bukan Thomas Alva Edi Sound
Kronologi Ibu Muda di Lumajang Meninggal Dunia saat Nonton Sound Horeg, Keluarga Beberkan Kondisi Korban, Benarkah Terkena Serangan Jantung Mendadak?
Di Tengah Kabar Miring Sound Horeg, Warga Kota Jember Rayakan HUT RI ke 80 dengan Tulisan Aspirasi Unik Pada Karnaval Budaya!
Minggir! Yang Punya Lagu Mau Lewat, Band Tipe-X Buka Suara soal Sound Horeg yang Sering Bawain Track Mereka