“Saya bersama penyuluh KUA sangat kompak mempersiapkan kegiatan ini, dan akan kami perluas ke masyarakat Kristen,” ungkapnya.
Dia berencana mengajak pimpinan gereja dan sekolah teologi untuk mendukung gerakan eko-teologi sebagai bagian dari moderasi beragama yang menyentuh akar rumput. Menurutnya, selain diskursus akademik, aksi nyata juga penting. Termasuk melibatkan aktivis lingkungan dari berbagai agama di Jember.
“Targetnya adalah menyebarkan pemahaman kesatuan dalam eko-teologi secara luas,” tambahnya.
Kepala Pusat Moderasi Beragama LP2M UIN KHAS Jember, Shoni Rahmatullah Amrozi, menyebut peluncuran ini sebagai pembuka dari rangkaian program jangka panjang. Pihaknya juga telah menyiapkan roadmap dan buku panduan.
Buku tersebut akan dirilis dan dibedah publik pada 26 Agustus 2025 sebagai bagian dari penguatan edukasi toleransi di masyarakat.
“Launching ini adalah awal Griya Moderasi Beragama di Kaliwates. Roadmap dan buku panduan sudah kami siapkan,” ucapnya.
“Nilai toleransi yang kami tekankan adalah cinta kasih, keadilan, kedamaian dan kebersamaan,” tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
14 Tahun Baru Terbongkar! 7 Fakta Kasus Uang Palsu di UIN Makassar yang Melibatkan ASN hingga Pegawai Bank BUMN, Apa Hukuman bagi Tersangka?
7 Fakta Menarik UIN Jakarta, Kampus Islam Terkemuka yang Ramai Jadi Sorotan Usai Tertimpa Musibah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik
UIN KHAS Jember Tanam Seribu Mangrove di Pantai Cemara Puger, Gaungkan Aksi Nyata Selamatkan Pesisir di Hari Bumi 2025
9 Prodi di FTIK Masuk Daftar Program Beasiswa Indonesia Bangkit, UIN KHAS Jember Buktikan Diri Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk UIN KHAS Jember Resmi Selesai, Wakil Rektor I: UM-Mandiri Segera Kami Buka