"Ekspresi apapun boleh ditunjukkan, yang penting dalam hati kita tidak menanggalkan kecintaan kita terhadap negara dan tetap menjaga keutuhan Republik Indonesia," pungkasnya.
Postingan Gubernur Jabar soal pemasangan bendera One Piece mengundang beragam komentar dari warganet. KDM berkelakar dengan mengaitkan anime One Piece dengan Naruto yang mengajarkan pentingnya kepedulian terhadap sesama dan pantang menyerah dalam meraih cita-cita.
"Pokoknya gitu ya (soal aturan pemasangan bendera). By the way, kalau Luffy (One Piece) ketemu Naruto terus duel, kira-kira siapa yang menang?" tulis KDM dalam postingan di Instagramnya.
Publik menilai pemasangan bendera One Piece bukan sebagai suatu ancaman dan hanya menyampaikan ekspresi kekecewaan terhadap pemerintah.
Masyarakat menilai kebijakan pemerintah makin jauh dan tak mendukung kepentingan rakyat. Bendera Jolly Roger ini juga dipasang sebagai bentuk protes dan perlawanan terhadap ketidakadilan yang terjadi di Indonesia.
Banyak kasus korupsi yang tidak diadili dengan semestinya, hingga semua aspek dikenakan pajak yang makin mencekik rakyat di tengah situasi ekonomi sulit akhir-akhir ini.
Pengibaran bendera One Piece yang marak dilakukan saat ini menjadi pertanda bahwa suara rakyat ingin didengar, bukan sebagai ancaman.
Aksi ini dilakukan justru menunjukkan kecintaan pada Indonesia yang kini tidak baik-baik saja. Kebijakan pemerintah makin jauh dengan cita-cita pendiri bangsa sehingga masyarakat kecil masih belum merasakan "kemerdekaan" sesungguhnya.
"Kami cinta Indonesia, tapi tidak dengan pemerintahnya! Bendera one piece hanyalah sebuah bentuk protes pak, jangan ragukan nasionalisme rakyat indonesia. Hati kami tetap merah putih, NKRI harga mati!" komentar salah satu warganet di postingan KDM.
"Kita mengibarkan bendera D Luffy bukan tidak cinta NKRI. Justru kami sangat mencintai negeri ini. Ini cara kami bersuara karena rapuhnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, apalagi aspirasi kami sering dianggap sebagai suara bayaran," imbuh netizen lainnya.
"Padahal dulu yang pake atribut One Piece Gibran duluan, tapi rakyat kecil dilarang-larang bahkan diancam pidana. Tolong jangan terus rakyat dikejar-kejar. INGAT rakyat belum merdeka karena apa-apa dipajakin, harga sembako mahal, lapangan kerja sempit," tegas netizen lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Ngakak Guling-Guling! Gus Miftah Ramai Dikaitkan dengan Kekuatan Luffy One Piece, Netizen: Gak Bahaya Tah?
5 Pesan Rahasia di Balik Video Ferry Irwandi 'Saya Baik-Baik Saja', Poster One Piece hingga Game Dota Jadi Kunci, Netizen: Banyak Pesan Tersirat
Presiden Prabowo Subianto Ungkap Dalang di Balik Tagar Indonesia Gelap dan Kabur Aja Dulu, Sebut Ada yang Biayai!
Amplop Kondangan Pernikahan Juga Akan Kena Pajak? Ini Jawaban Direktorat Jenderal Pajak
Ketua API Instruksikan Pengemudi Logistik Wajib Kibarkan Bendera Merah Putih di Truk dan Rumah Jelang 17 Agustus 2025