Minggu, 19 Juli 2026

IFG Soroti Risiko dan Solusi Asuransi Nasional 2025, Peran Media dan Riset Jadi Kunci Transformasi

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 31 Juli 2025 | 10:00 WIB
Indonesia Financial Group (IFG) menyelenggarakan agenda “IFG MEDIA BRIEF: Insurance Industry Outlook - Challenges and Opportunities” di Graha CIMB Niaga, Jakarta, pada Rabu, 30 Juli 2025. (Dok. IFG)
Indonesia Financial Group (IFG) menyelenggarakan agenda “IFG MEDIA BRIEF: Insurance Industry Outlook - Challenges and Opportunities” di Graha CIMB Niaga, Jakarta, pada Rabu, 30 Juli 2025. (Dok. IFG)

SketsaNusantara.id - Industri asuransi nasional memasuki paruh kedua 2025 dengan sejumlah tantangan serius.

Ketidakpastian global, naiknya klaim asuransi umum, hingga pelemahan daya beli masyarakat menjadi isu utama yang harus segera direspons.

Dalam situasi ini, strategi adaptif dan perbaikan tata kelola dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan.

Baca Juga: IFG dan BUMN Dukung Peran Karyawan sebagai Employer Branding, Workshop di Balikpapan Ungkap Rahasia ini

Indonesia Financial Group (IFG), sebagai holding BUMN yang membawahi sektor asuransi, penjaminan, dan investasi, memandang pentingnya peran asuransi dalam sistem keuangan nasional.

IFG menilai, ketahanan industri asuransi tak hanya berdampak pada pelindungan risiko masyarakat, tetapi juga stabilitas ekonomi jangka panjang.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menyebut industri asuransi kini memiliki fungsi strategis sebagai instrumen perlindungan keuangan yang lebih terintegrasi.

Baca Juga: IFG Bicara ESG dan Masa Depan Ekonomi Indonesia, Ini Sorotan dari Konferensi Nasional Akuntan Manajemen IAMI di Jakarta

“Industri asuransi kini memikul peran strategis sebagai instrumen keuangan yang memberikan perlindung terhadap risiko. Integrasi kebijakan, pengawasan adaptif, dan literasi publik menjadi pondasi ekosistem terintegrasi,” kata Denny.

Denny juga menyampaikan bahwa peluang penguatan industri asuransi masih terbuka lebar.

Reformasi kebijakan, percepatan digitalisasi, serta sinergi para pemangku kepentingan dinilai menjadi arah penting dalam menyusun ekosistem keuangan yang berkelanjutan.

"Di tengah tekanan eksternal dan domestik, industri asuransi perlu menata ulang pendekatan bisnis dengan menempatkan tata kelola, inovasi, dan integrasi sebagai fondasi utama," ujar Denny menekankan.

Data yang disampaikan IFG menunjukkan, saat ini industri asuransi dan dana pensiun memegang posisi penting sebagai investor dalam pasar keuangan nasional.

Sekitar 19 persen dari Surat Berharga Negara (SBN) dikuasai oleh sektor ini. Dari sisi portofolio, 63 persen aset investasi diarahkan ke obligasi, dan sisanya terbagi ke saham, deposito, dan reksa dana.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X