Minggu, 19 Juli 2026

IFG dan Jasindo Lindungi Ribuan Hektare Sawah, Kunci Baru Pemerintah Wujudkan Kemandirian Pangan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 19 Mei 2025 | 10:18 WIB
Iustrasi sawah, ketahanan pangan serta peran IFG dan Jasindo. (Pexels/Tim Mossholder)
Iustrasi sawah, ketahanan pangan serta peran IFG dan Jasindo. (Pexels/Tim Mossholder)

SketsaNusantara.id - Produksi pangan nasional menghadapi tantangan serius. Mulai dari perubahan iklim ekstrem hingga serangan hama yang makin tak terduga.

Dalam situasi ini, perlindungan bagi petani menjadi krusial. Indonesia Financial Group (IFG) hadir memperluas peran strategisnya di sektor pertanian.

Melalui anak usahanya, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), IFG memperkuat skema asuransi pertanian. Langkah ini tidak hanya soal keuangan, tapi juga ketahanan pangan.

Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan dan Ketahanan Nasional, IFG Perluas Perlindungan Risiko Pertanian

Perlindungan risiko seperti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) memberi rasa aman pada petani. Bahkan, menjadi dorongan untuk terus berproduksi di tengah tantangan.

Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi, memperluas cakupan perlindungan risiko pertanian di Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) demi memastikan keberlanjutan produksi pangan nasional.

Hingga akhir 2024, program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) telah mencakup lebih dari 278 ribu hektare lahan sawah. Program ini melindungi hampir 500 ribu petani dari risiko gagal panen akibat banjir, kekeringan, maupun serangan hama.

Baca Juga: IFG Ungkap Rendahnya Literasi Asuransi Mahasiswa di 13 Kampus: Paham Investasi, Lupa Perlindungan

Di Jawa Barat saja, sekitar 90 ribu hektare sawah telah mendapatkan perlindungan AUTP. Di Karawang, yang menjadi wilayah dengan cakupan perlindungan terbesar, lebih dari 40 ribu hektare sawah telah diasuransikan. Tak kurang dari Rp10,8 miliar nilai klaim telah disalurkan kepada 272 kelompok tani di provinsi tersebut.

Langkah ini merupakan kontribusi nyata IFG terhadap salah satu tujuan Asta Cita Pemerintah, yaitu menciptakan kemandirian bangsa lewat swasembada pangan. Dalam konteks ini, skema asuransi pertanian bukan hanya menanggulangi risiko, tetapi juga menjadi alat pembangunan.

Baca Juga: IFG Hadirkan Day Care untuk Anak Karyawan, Strategi Baru Ciptakan Tempat Kerja Ramah Keluarga dan Setara Gender

“Ketahanan pangan adalah fondasi kemandirian bangsa. Melalui perlindungan risiko yang diberikan Jasindo, IFG berperan aktif dalam mendukung upaya pemerintah mencapai swasembada pangan dan ketahanan nasional yang berkelanjutan. IFG hadir bukan hanya sebagai institusi keuangan, tetapi sebagai mitra pembangunan nasional. Kami percaya bahwa asuransi tidak hanya menanggung potensi kerugian, melainkan juga mendorong petani untuk lebih berani dalam berproduksi dan berinvestasi,” ujar Denny S. Adji, Sekretaris Perusahaan IFG.

Dalam praktiknya, Jasindo juga aktif meningkatkan literasi asuransi pertanian di tengah masyarakat. Beberapa tim khusus diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan edukasi pada petani dan kelompok tani.

Skema perlindungan seperti AUTP terbukti menjadi salah satu solusi penting di tengah ancaman perubahan iklim. Di awal 2025, cuaca ekstrem berdampak besar terhadap produksi pertanian. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran asuransi menjadi penyelamat keberlangsungan usaha tani.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X