Kamis, 4 Juni 2026

Bahlil Klaim Demokrasi Bukanlah Tujuan Negara, Sebut Pilkada Langsung Bisa Picu Cerai hingga Putus Silaturahmi

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 29 Juli 2025 | 13:30 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebut demokrasi bukanlah tujuan negara. (Instagram @bahlillahadalia)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebut demokrasi bukanlah tujuan negara. (Instagram @bahlillahadalia)

SketsaNusantara.id - Wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak lagi dilakukan secara langsung, kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, turut memberikan tanggapannya terkait usulan tersebut.

Sebelumnya, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyampaikan gagasan agar kepala daerah dipilih oleh DPRD, bukan langsung oleh rakyat.

Menanggapi hal itu, Bahlil menyebut bahwa gagasan serupa sebenarnya sudah ia sampaikan sejak lama.

Baca Juga: 5 Komisaris PT PLN EPI, Ada Taufik Hidayat hingga Anak Buah Bahlil Lahadalia, Banyak yang Rangkap Jabatan?

“Saya kan dari awal, dari sejak HUT Golkar, pada bulan Desember kemarin, dalam sambutan saya, saya katakan bahwa penting untuk kita melakukan penataan sistem demokrasi kita lewat perubahan undang-undang politik,” ujar Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 28 Juli 2025.

Menurutnya, wacana tersebut tidak hanya untuk pemilihan kepala daerah, tetapi juga mencakup seluruh mekanisme politik nasional. Ia menyebut bahwa pemilu legislatif dan pemilihan kepala daerah seperti gubernur, bupati, dan wali kota, perlu ditinjau ulang sistem pelaksanaannya.

“Salah satu opsinya itu pemilihan dilakukan lewat DPR, kenapa? Karena Undang-Undang 1945 pun tidak menegaskan bahwa pemilihan bupati/wali kota itu langsung tapi dilakukan secara demokratis,” tambahnya.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Ungkap Keinginan Besar Prabowo Subianto Jadikan Gibran Rakabuming Raka Wakilnya, Ada Apa?

Bahlil juga menyinggung dampak sosial dari pelaksanaan pilkada langsung. Ia mengamati bahwa setiap kontestasi politik kerap menimbulkan konflik di masyarakat, termasuk dalam lingkup keluarga dan hubungan sosial sehari-hari.

“Kita lihat untung rugi daripada pemilihan langsung maupun DPR (DPRD), ini pilkada ini, jujur aja, yang menang aja sakitnya di sini. Apalagi yang kalah?” katanya.

Ia menambahkan bahwa tak jarang masyarakat terpecah hanya karena berbeda pilihan dalam pemilu.

Bahlil mengungkapkan adanya kasus warga yang tidak lagi bertegur sapa hingga perceraian karena perbedaan sikap politik.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Sindir Penolakan Eksploitasi SDA, Singgung Soal Konsep Negara Maju dan Eksploitasi Hutan!

“Jangan setiap pilkada berkelahi, tetangga-tetangga tadinya bersaudara gara-gara Pilkada tidak saling tegur sapa, ada yang menikah cerai gara-gara beda pilihan,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X