Minggu, 19 Juli 2026

Banyak Cabor Belum Maksimal, Wakil Ketua Prof Tri: KONI Butuh Dana Hibah untuk Pembinaan para Atlet

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Selasa, 15 Juli 2025 | 14:41 WIB
Kabupaten Jember perlu mengatur strategi untuk menyiasati pengembangan atlet. Salah satunya, dengan menyusun adanya dana hibah.  (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Kabupaten Jember perlu mengatur strategi untuk menyiasati pengembangan atlet. Salah satunya, dengan menyusun adanya dana hibah. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Wakil Ketua KONI Jember Soetriono menyampaikan bahwa Jember terus mengalami kemerosotan peringkat.

Mulai peringkat ke-9 pada 2022, peringkat ke-15 pada 2023, dan peringkat ke-20 pada 2025.

"Adanya efisiensi menjadi salah satu persoalan," ungkapnya.

Baca Juga: Dispora dan KONI Gelar Evaluasi Porprov Jatim 2025, Bonus Tunggu SK Bupati Jember

Akibatnya, mempengaruhi banyak fasilitas yang seharusnya diterima oleh para atlet, tapi tidak didapatkan.

Bahkan, jumlah Jember hanya mampu menerjunkan 252 atlet. Kalah jauh jika dibandingkan dengan Malang dan Surabaya yang mencapai ribuan.

Pada 2022, ada dana hibah yang digunakan para atlet selama empat bulan dengan dana hibah. Alhasil, dari peringkat ke-24, Jember melompat jadi peringkat ke-9.

Baca Juga: Setelah Jalur Pecoro Rambipuji Mulus, Pemkab Jember Perbaiki Aspal di Perlintasan Kereta Api Desa Garahan

"KONI ke depan harus menerima hibah agar pembinaan cabor bisa optimal. Hibah langsung atau Dispora, asal tidak menambrak regulasi," katanya. Selain itu, optimalisasi cabor perlu dilakukan.

"Ada beberapa cabor yang tak dapat medali, tapi tak saya sebutkan, padahal keduanya merupakan cabor unggulan," papar Prof Soetriono.

Sementara itu, Wushu seusai target. Realisasinya sesuai dengan target.
"Cabor sport juga demikian, ada yang tak memperoleh medali, nanti kami serahkan kepada pengurus baru. Bagaimana untuk mengatur itu," katanya.

Baca Juga: Pemkab Jember Hibahkan 47 Hektare Tanah ke Polda Jatim

Oleh karena itu, cabor dalam menentukan target harus belajar dari kekuatan cabor.

"Mereka harus bisa membandingkan dengan daerah lain. Sedangkan selisih target dan realisasi sejumlah cabor di Jember masih jauh," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X