SketsaNusantara.id - Gunung Lawu kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya video viral yang menampilkan rombongan baju putih tengah melakukan kegiatan spiritual di puncaknya.
Kejadian ini mengundang perbincangan hangat di media sosial, menimbulkan perdebatan di antara warganet terkait kegiatan yang dilakukan oleh rombongan tersebut.
Banyak yang bertanya-tanya mengenai tujuan dan latar belakang ritual yang terlihat dalam video tersebut.
Dalam video yang beredar luas, terlihat sekelompok orang berpakaian serba putih sedang melangsungkan kegiatan di puncak Gunung Lawu.
Danang Pratam, seorang pengguna TikTok yang mengunggah video klarifikasi, menyatakan bahwa ritual doa tersebut telah menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun setiap bulan Suro.
“Hal ini normal dan sudah turun temurun di setiap bulan suro untuk melakukan panjatan doa,” tulis Danang Pratama, dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Tiktok @nangdprtma yang diunggah pada 14 Juli 2025.
Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut adalah bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa dan telah lama melekat dalam budaya spiritual masyarakat di kawasan Gunung Lawu.
Danang turut menyoroti pentingnya bersikap toleran dalam menyikapi keberagaman praktik ibadah serta keyakinan yang ada di masyarakat.
“Mari kita junjung tinggi toleransi dalam beragama,” tegasnya dalam unggahan vidio Tiktok tersebut.
Terkait pelaksanaan salat Jumat dalam video, Danang menjelaskan bahwa pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Karena jumlah jemaah yang kurang dari 40 orang, salat Jumat dilakukan dua rakaat, dilanjutkan dengan sholat dzuhur empat rakaat. Hal ini merujuk pada ketentuan fikih dalam kondisi tertentu dan bukan merupakan penyimpangan dari ajaran.
Artikel Terkait
Ada Warung Tertinggi? Intip 5 Fakta Menarik Tentang Gunung Lawu, Gak Melulu Soal Dunia Mistis dan Gaib
Moksa ke Gunung Lawu! Kerajaan Majapahit di Ujung Tanduk, Terbongkar Misteri Akhir Hayat Prabu Brawijaya V
Terbongkar! Ini Misteri Sosok Asli Sunan Lawu, Punya Riwayat Antara Gunung Lawu dan Kerajaan Majapahit
Siapa Eyang Bancolono? Disebut Senopati Terakhir Majapahit yang Berkaitan Erat dengan Gunung Lawu
Fakta Menarik Alas Ketonggo Ngawi, Gerbang Wisata Gaib Gunung Lawu yang Punya Tradisi Unik Setahun Sekali
Mbok Yem Gunung Lawu Meninggal Dunia, Legenda Warung Tertinggi Puncak Hargo Dumilah yang Dikenang Para Pendaki