Minggu, 19 Juli 2026

Klarifikasi Video Viral Rombongan Baju Putih di Gunung Lawu, Warganet Diminta Jaga Toleransi

Photo Author
Sastra Yudha Muhidin, Sketsa Nusantara
- Selasa, 15 Juli 2025 | 07:00 WIB
Klarifikasi kejadia viral, rombongan orang yang mengenakan pakaian putih di puncak gunung Lawu. (Tiktok/ @nangdprtma)
Klarifikasi kejadia viral, rombongan orang yang mengenakan pakaian putih di puncak gunung Lawu. (Tiktok/ @nangdprtma)

SketsaNusantara.id - Gunung Lawu kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya video viral yang menampilkan rombongan baju putih tengah melakukan kegiatan spiritual di puncaknya.

Kejadian ini mengundang perbincangan hangat di media sosial, menimbulkan perdebatan di antara warganet terkait kegiatan yang dilakukan oleh rombongan tersebut.

Banyak yang bertanya-tanya mengenai tujuan dan latar belakang ritual yang terlihat dalam video tersebut.

Baca Juga: Warung Ikonik di Puncak Lawu Kini Tak Lagi Sama, Mbok Yem Telah Tiada, Ini Warisan Hangatnya untuk Para Pendaki

Dalam video yang beredar luas, terlihat sekelompok orang berpakaian serba putih sedang melangsungkan kegiatan di puncak Gunung Lawu.

Danang Pratam, seorang pengguna TikTok yang mengunggah video klarifikasi, menyatakan bahwa ritual doa tersebut telah menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun setiap bulan Suro.

“Hal ini normal dan sudah turun temurun di setiap bulan suro untuk melakukan panjatan doa,” tulis Danang Pratama, dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Tiktok @nangdprtma yang diunggah pada 14 Juli 2025.

Baca Juga: Perjalanan Terakhir Mbok Yem Penjaga Puncak Lawu yang Legendaris, Inilah Fakta yang Diungkap Keluarga

Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut adalah bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa dan telah lama melekat dalam budaya spiritual masyarakat di kawasan Gunung Lawu.

Danang turut menyoroti pentingnya bersikap toleran dalam menyikapi keberagaman praktik ibadah serta keyakinan yang ada di masyarakat.

“Mari kita junjung tinggi toleransi dalam beragama,” tegasnya dalam unggahan vidio Tiktok tersebut.

Baca Juga: Mbok Yem Wafat, Inilah Sederet Fakta Menarik Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia, Tinggalkan Kenangan Tak Terlupakan bagi Para Pendaki Gunung Lawu

Terkait pelaksanaan salat Jumat dalam video, Danang menjelaskan bahwa pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Karena jumlah jemaah yang kurang dari 40 orang, salat Jumat dilakukan dua rakaat, dilanjutkan dengan sholat dzuhur empat rakaat. Hal ini merujuk pada ketentuan fikih dalam kondisi tertentu dan bukan merupakan penyimpangan dari ajaran.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Tiktok @nangdprtma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X