Meski begitu, tenaga pengajar di Sekolah Rakyat juga merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta bersedia mengajar penuh waktu di asrama.
Rekrutmen guru ini juga melibatkan perguruan tinggi yang mengikuti pelatihan dan pengembangan kompetensi tenaga pendidik, berkoordinasi dengan Universitas negeri ternama.
Tak hanya itu, pemerintah juga kolaborasi dengan tenaga pengajar dari luar negeri dalam upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah rakyat.
Itulah sederet perbedaan antara sekolah rakyat dengan sekolah umum. Sekolah rakyat ini sempat menuai kritik karena dianggap berisiko menimbulkan diskriminasi sosial, serta kekhawatiran akan tumpang tindih peran dengan sekolah umum.
Tak hanya itu, sekolah rakyat juga dikhawatirkan dapat menggeser keberadaan sekolah umum dan memicu orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah rakyat karena tak perlu membayar biasa sepeser pun.
"Sekolah Rakyat ini hadir bukan untuk menggusur sekolah umum, tapi saling melengkapi dengan sistem pendidikan yang sudah ada, tanpa ada kekhawatiran mengambil jatah murid dari sekolah lain," ucap Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh.
"Tentunya saya mengajak (sekolah rakyat) ini dibuat untuk saling melengkapi, tidak dibentur-benturkan antara Sekolah Rakyat dengan yang sudah ada. Kan seleksinya juga, sangat ketat, peran keduanya ama-sama saling memperkuat," kata Mensos Gus Ipul.
Baca Juga: Pemprov Jatim Siapkan Belasan Calon Sekolah Rakyat, Kementerian Kebut Pemenuhan Guru dan Murid
Beberapa pengamat pendidikan dan anggota Komisi X DPR RI juga menyoroti potensi persoalan koordinasi antara Kemensos dan Kemendikbudristek, serta menekankan pentingnya transparansi untuk menghindari terjadinya penyelewengan anggaran.
Sekolah Rakyat hadir untuk melengkapi, bukan menggantikan, sistem pendidikan yang sudah ada, dengan harapan meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi kelompok masyarakat kecil yang terhalang biaya untuk bisa mendapat pendidikan yang layak.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Program Bunga Desaku Sasar Bidang Pendidikan! Bupati Gus Fawait Beri Motivasi Siswa, Perbaiki Sekolah Rusak, hingga Sejahterakan Guru
Mahkamah Putuskan Pendidikan Dasar dan SMP Gratis Bagi Negeri dan Swasta, Ini Respon Abdul Muti Selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Mahkamah Konsitusi Putuskan Gratiskan Pendidikan SD dan SMP? DPR dan Kementrian Pendidikan Beri Respon Ini
Maksimalkan Pembentukan Sekolah Rakyat, Bupati Jember Gus Fawait Bentuk Kerja Sama Pendidikan hingga China dan Timur Tengah
Tinjau Kondisi SDN 10 Curah Tatal yang Rusak Parah, Bupati Situbondo Mas Rio Perintahkan Dinas Pendidikan Segera Perbaiki
Siswa Menangis Tak Mau Pulang, Program Pendidikan Barak Militer Dedi Mulyadi Tuai Pujian dan Buktikan Hasil Positif