Kamis, 4 Juni 2026

Dimulai Hari yang Sama, Inilah 7 Perbedaan Sekolah Rakyat dengan Sekolah Umum: Mulai dari Fasilitas hingga Kurikulum Pembelajaran Berbeda?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 14 Juli 2025 | 16:30 WIB
Ilustrasi - pembelajaran di Sekolah Rakyat  yang disesuaikan dengan latar belakang dan kemampuan siswa (Instragam/kemensosri)
Ilustrasi - pembelajaran di Sekolah Rakyat yang disesuaikan dengan latar belakang dan kemampuan siswa (Instragam/kemensosri)

Meski begitu, tenaga pengajar di Sekolah Rakyat juga merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta bersedia mengajar penuh waktu di asrama.

Rekrutmen guru ini juga melibatkan perguruan tinggi yang mengikuti pelatihan dan pengembangan kompetensi tenaga pendidik, berkoordinasi dengan Universitas negeri ternama.

Tak hanya itu, pemerintah juga kolaborasi dengan tenaga pengajar dari luar negeri dalam upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah rakyat.

Itulah sederet perbedaan antara sekolah rakyat dengan sekolah umum. Sekolah rakyat ini sempat menuai kritik karena dianggap berisiko menimbulkan diskriminasi sosial, serta kekhawatiran akan tumpang tindih peran dengan sekolah umum.

Baca Juga: Waspada Pilih Sekolah! Orang Tua Murid PAUD dan TK Ditipu Sekolah Bodong Al Kareem Islamic School di Tangerang

Tak hanya itu, sekolah rakyat juga dikhawatirkan dapat menggeser keberadaan sekolah umum dan memicu orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah rakyat karena tak perlu membayar biasa sepeser pun.

"Sekolah Rakyat ini hadir bukan untuk menggusur sekolah umum, tapi saling melengkapi dengan sistem pendidikan yang sudah ada, tanpa ada kekhawatiran mengambil jatah murid dari sekolah lain," ucap Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh.

"Tentunya saya mengajak (sekolah rakyat) ini dibuat untuk saling melengkapi, tidak dibentur-benturkan antara Sekolah Rakyat dengan yang sudah ada. Kan seleksinya juga, sangat ketat, peran keduanya ama-sama saling memperkuat," kata Mensos Gus Ipul.

Baca Juga: Pemprov Jatim Siapkan Belasan Calon Sekolah Rakyat, Kementerian Kebut Pemenuhan Guru dan Murid

Beberapa pengamat pendidikan dan anggota Komisi X DPR RI juga menyoroti potensi persoalan koordinasi antara Kemensos dan Kemendikbudristek, serta menekankan pentingnya transparansi untuk menghindari terjadinya penyelewengan anggaran.

Sekolah Rakyat hadir untuk melengkapi, bukan menggantikan, sistem pendidikan yang sudah ada, dengan harapan meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi kelompok masyarakat kecil yang terhalang biaya untuk bisa mendapat pendidikan yang layak.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @kemensosri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X