SketsaNusantara.id - Bencana tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali masih menyisakan duka mendalam.
Peristiwa yang menimpa kapal dengan 53 penumpang, 12 kru, dan 22 kendaraan itu terjadi sebelas hari lalu. Hingga kini, pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Pada Sabtu, 12 Juli 2025, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menemui keluarga korban di Kantor Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi.
Didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Khofifah menyerahkan santunan duka cita kepada keluarga korban yang meninggal dunia.
Santunan diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masing-masing keluarga korban sebesar Rp10 juta.
“Selain menyampaikan duka cita yang mendalam, mudah-mudahan mereka dipanggil Allah dalam keadaan husnul khotimah, semua amal ibadahnya diterima Allah, dan khilafnya diampuni Allah,” ujarnya di hadapan keluarga korban.
Khofifah juga menyampaikan doa dan penguatan bagi para keluarga yang ditinggalkan.
“Kami juga menyampaikan santunan duka cita untuk keluarga mereka, semoga diberi kesabaran dan kekuatan serta keikhlasan,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, terdapat delapan keluarga yang hadir untuk menerima santunan.
“Tadi delapan yang hadir, ada di Probolinggo, satu di Blitar,” imbuh Khofifah saat memberi keterangan.
Ia juga menyampaikan telah menginstruksikan tim Tagana untuk menyampaikan duka secara langsung kepada keluarga yang tidak hadir.
Artikel Terkait
Pasca Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Netizen Kembali Singgung Wacana Jembatan Banyuwangi-Bali
Selain KMP Tunu Pratama Jaya, 5 Kapal Ini Juga Mengalami Kecelakaan di Selat Bali: Ada yang Terbakar hingga Tenggelam Karena Kelebihan Muatan
Update Darurat! 31 Penumpang Selamat, 4 Meninggal dalam Kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya, Cek Daftar Nama Korban!
Update Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Korban Selamat Ungkap Detik-detik Sebelum Tenggelam
Berapa Jumlah Korban KMP Tunu Pratama Jaya yang Belum Ditemukan? Gubernur Jatim Berikan Informasi Terkini