Selain itu, faktor eksternal juga bisa disebabkan oleh kelebihan muatan sehingga hal itu menyebabkan rawan terbalik dan rawan tenggelam.
Untuk itu sebagai ahli kapal ia menyebutkan jika kebocoran kapal di kamar mesin memang berbahaya karena hal itu akan menyebabkan mati mesin.
Sehingga ketika kapal mati mesin maka kapal tersebut tidak akan mampu melawan gelombang, akibatkan air akan naik ke geladak kapal dan kapal akan mengalami free surface effect.
Akibat Free surface effect ini maka akan kapal akan tenggelam dengan cepat akibat pergerakan cairan yang bergerak atau bergoyang sehingga kapal menjadi tidak stabil dan lebih mudah terbalik.
Namun dalam hal ini Hasanudin menegaskan ada satu catatan penting bahwa jika saja kebocoran kapal sejenis ini berada dalam kondisi bagus, tanpa ditambah oleh faktor internal dan eksternal seperti yang dimaksud diatas maka kapal akan mapu bertahan.
Namun kapal akan tenggelam jika ada beberapa faktor kombinasi, seperti kelebihan muatan, serta gelombang tinggi maka hal itu akan memicu tenggelammya kapal menjadi lebih cepat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Berapa Jumlah Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya? Dinas Perhubungan Banyuwangi Rilis Daftar Manifest, Ada Motor hingga Tronton
Pasca Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Netizen Kembali Singgung Wacana Jembatan Banyuwangi-Bali
Sigap! Prabowo Subianto Tetap Koordinasikan Penyelamatan Kapal KMP Tunu Pratama Jaya Meski Sedang Umroh
Update Darurat! 31 Penumpang Selamat, 4 Meninggal dalam Kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya, Cek Daftar Nama Korban!
Update Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Korban Selamat Ungkap Detik-detik Sebelum Tenggelam
Berapa Jumlah Korban KMP Tunu Pratama Jaya yang Belum Ditemukan? Gubernur Jatim Berikan Informasi Terkini