Kamis, 4 Juni 2026

Kapal Tua dan Berukuran Kecil? Inilah Analisa Ahli Kapal Terkait Penyebab Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 5 Juli 2025 | 06:19 WIB
KMP Tunu Pratama Jaya  (X @nisanindita__)
KMP Tunu Pratama Jaya (X @nisanindita__)

SketsaNusantara.id - Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali mendapatkan banyak sorotan dari berbagai pihak.

Hal yang banyak disorot saat ini selain pencarian korban yang masih terus dilakukan, juga tentang apa sebetulnya penyebab tenggelamnya kapal yang sudah beroperasi puluhan tahun tersebut.

Sebelumnya, pengamat maritim menyebutkan bahwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya ini bukan karena faktor cuaca namun bisa jadi masalah teknis, human eror karena kendaraan yang diangkut tak di lashing sehingga memicu tenggelamnya kapal lebih cepat.

Baca Juga: KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam Karena Faktor Cuaca Atau Human Eror? Ini Analisa Pengamat Maritim Indonesia

Berbeda dengan pengamat maritim, ahli stabilitas kapal dari ITS Surabaya, Hasanudin memiliki analisanya sendiri.

Menurutnya secara umum kecelakaan kapal itu disebabkan oleh 3 hal yakni:

1. Faktor internal 

2. Faktor eksternal 

3. Faktor operasional kapal

"Faktor internal ini bisa saja kapal tersebut terlalu kecil sehingga dengan gelombang Selat Bali itu gelombangnya lumayan besar," ujar Hasanudin dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Baca Juga: Pengakuan Pria Asal Jember Korban Selamat KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali: Saya Loncat Gak Pake Pelampung

Selain kapal terlalu kecil, menurutnya kebocoran kapal juga menjadi faktor internal yang mengakibatkan kapal tenggelam dengan cepat.

Sedangkan untuk faktor eksternal menurutnya berasal dari tingginya gelombang di Selat Bali yang lumayan tinggi serta frekuensi dari kapal serta gelombang yang ada.

Pada faktor eksternal ada faktor operasional yang menyangkut usia kapal yang sudah 25 tahun sehingga usia ini merupakan usia yang melampaui konstruksi kapal itu sendiri.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X