SketsaNusantara.id - Agam Rinjani dikenal sebagai seorang tour operator sekaligus relawan penyelamat pendakian di Gunung Rinjani, Lombok.
Ia aktif membantu para pendaki dan terlibat dalam perawatan kawasan sekitar gunung. Selain itu, Agam juga merupakan relawan tim penyelamatan di Rinjani, menunjukkan dedikasinya terhadap keselamatan pendaki.
Namun, ketika terjadi insiden Juliana Marins terjatuh, Agam Rinjani tidak berada di Lombok.
Baca Juga: Dari Makassar ke Lombok, Mengapa Agam Rinjani Tak Mau Pulang Selama 10 Tahun? Ternyata Ini Alasannya
Saat itu, ia justru berada di Ibukota Jakarta, tepatnya di rumah Tyo, sesama anggota Rinjani Squad.
Keduanya sedang berdiskusi serius tentang inovasi sistem penyelamatan di Gunung Rinjani.
Mereka membahas cara memperkuat anchor point untuk antisipasi jika ada pendaki yang terjatuh.
Diskusi ini penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan di masa depan sebelum mendapat berita insiden Juliana Marins.
"Jadi kami lagi persiapan untuk, bagaimana rinjani lebih safety. Kami diskusi bagaimana membuat anchor kalau ada yang jatuh, eh, tiba-tiba ada yang jatuh." ungkap Agam.
Sehari setelah informasi itu, Agam dan Tyo bertemu rekan lain di Bogor sebelum melanjutkan perjalanan ke Lombok.
Baca Juga: Komentar Akun Instagram Agam Rinjani Banjir Pujian dari Warga Brazil atas Aksi Heroiknya
Namun, di tengah pertemuan itu, mereka mendapat kabar bahwa Juliana Marins telah ditemukan dan dibawa ke puskesmas. Sayangnya, informasi tersebut ternyata hoax.
Artikel Terkait
Hasil Autopsi Jenazah Juliana Marins, Dokter Forensik Ungkap Penyebab Kematian Pendaki Brasil yang Jatuh di Gunung Rinjani
5 Fakta Hasil Autopsi Juliana Marins, Dokter Forensik Ungkap Kapan Pendaki Asal Brasil Itu Meninggal Dunia
Tak Hanya WNA Brasil, Inilah Jejak Agam Rinjani Selama Menjalankan Evakuasi Korban Jatuh di Gunung Rinjani
Jenazah Juliana Marins Tiba di Brasil Langsung Autopsi Ulang, Keluarga Marins Tak Percaya Hasil Autopsi Indonesia?
Biodata Profil Agustina Hastarini, istri Menteri UMKM Viral Diduga Minta Fasilitas Negara untuk Plesiran ke Eropa
4 Fakta Tewasnya Dokter Marwan Al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Keluarganya Ikut Jadi Korban Serangan Israel?
Pengakuan Pria Asal Jember Korban Selamat KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali: Saya Loncat Gak Pake Pelampung
Lampu Merah Simpang 4 Argopuro Jember Bakal Ditutup, Dishub Jember Umumkan Jadwal Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas
Kementerian Kehutanan Tertibkan Tambang Ilegal di Gunung Karang Bogor, Hukuman Berat Menanti Pelaku