Pria berkacamata ini menilai Pak Ud sebagai pelopor persatuan umat lslam. "Terutama saat menggalang gerakan untuk menolak pembubaran organisasi HMI (Himpunan Mahasiswa Islam, red) tahun 1965 dan konsisten hingga wafatnya untuk menolak PKl," paparnya.
Kegiatan verifikasi ini, imbuh Dr Pepen Nazaruddin, juga mengkroscek ahli waris Pak Ud. "Karena terkait pewarisan nilai-nilai kepahlawanan ke depan yang pasti akan melibatkan ahli waris," tambahnya.
Perjuangan dan kepahlawanan Pak Ud juga diakui Prof Ali Mufrodi. Anggota TP2GD Jawa Timur ini meyakini sudah tidak ada persoalan terkait usulan Pak Ud menjadi pahlawan nasional. "Hari ini hanya verifikasi faktual saja, tidak ada substansi yang dipermasalahkan," ujarnya.
Hal ini dikarenakan, lanjutnya, kontribusi Pak Ud bagi lndonesia sangat nyata. "Mulai dari mendirikan Banser untuk melawan PKl hingga kiprah di dunia pendidikan," imbuhnya.
Terkait makam Pak Ud di dalam Pesantren Tebuireng, KH Riza Yusuf mengakui sebagai hasil musyawarah keluarga. "Meski dulu Gubernur lmam Oetomo saat takziyah sempat menawarkan agar dimakamkan di TMP saja," ujarnya.
Baca Juga: KH M Yusuf Hasyim: Kyai Multiperan dari Tebuireng
Sekretaris tim pengusul Anang Firdaus menambahkan sosok Pak Ud sebagai penggagas haul akbar Bung Karno. "Itu terjadi tahun 1980-an, dimana Pak Ud menginisiasi haul akbar Bung Karno di Blitar, bahkan mencetak buku Yasin bergambar Bung Karno," ujarnya.
Kegiatan verifikasi lalu dilanjut dengan mengunjungi makam Pak Ud di barat masjid Pesantren Tebuireng. Tampak para tamu melakukan tabur bunga di atas pusara makam Pak Ud.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Peringati Momentum Bulan Bung Karno, Wapres Gibran dan Gubernur Jatim Khofifah Ziarah ke Makam Sang Proklamator