Dikutip dari theguardian.com, selama konferensi, Trump kerap menyebut Mamdani “komunis” dan menyatakan akan memantau dan menjatuhkan sanksi jika dia jadi walikota.
Mamdani, sebagai pendukung hak-hak imigran menolak intimidasi dan menegaskan siap melawan kebijakan keras imigrasi.
Ancaman penangkapan terhadap Zohran Mamdani oleh Donald Trump memicu debat serius soal batasan kekuasaan presiden dan perlindungan kebebasan politik di AS.
Sebagai calon walikota muslim pertama potensial di New York, Mamdani menolak intimidasi sebagai upaya untuk melemahkan hak berpolitik dan kebebasan berpendapat.
Sorotan ini juga mencerminkan gesekan tajam antara pro dan kontra kebijakan imigrasi di masa depan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sri Mulyani Bongkar Alasan Trump Terapkan Tarif Balasan: AS Merasa Dizalimi oleh Sistem Global yang Diciptakannya Sendiri
Di Tengah Ancaman Tarif Trump, RI-Jepang Kunci Proyek Rp8 Triliun: PM Kishida Antar Surat Penting untuk Prabowo
Harvard Dilarang Terima Mahasiswa Asing: Kebijakan Trump Bikin Ribuan Pelajar Internasional Terancam Kehilangan Visa
Inovasi Sistem QRIS Mengguncang Dunia Ekonomi Global, Mulai dari Protes Trump sampai Koalisi Negara-Negara Kawasan Asia
Trump Bikin Panik, Simak 5 Pernyataan LPDP tentang Kejelasan Kelangsungan Studi Mahasiswa Indonesia di Amerika