Setelah mendapatkan laporan pada pukul 6.30 WITA, tim gabungan yang terdiri dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Basarnas Mataram, EMHC, Polsek Sembalun dan Potensi SAR Lotim langsung menuju titik kejadian.
2. Korban Terperosok Lebih Dalam
Berdasarkan laporan tim penyelamat, korban diduga terperosok lebih dalam pada Sabtu malam, 21 Juni 2025.
Hal ini membuat tim yang telah berhasil turun hingga kedalaman 300 meter masih belum berhasil menjangkau korban.
Keesokan harinya, tim melakukan penyambungan tali dan menggunakan drone thermal untuk membantu pencarian lokasi korban.
Berdasarkan informasi yang ditampilkan dalam visual dari drone thermal, korban sudah berpindah dari titik sebelumnya.
3. Proses Evakuasi Terhambat Cuaca
Upaya evakuasi lanjutan yang dilakukan pada Minggu, 22 Juni 2025 sempat terganggu cuaca yang mendadak turun kabut tebal dan basah hingga drone thermal tidak bisa bekerja maksimal.
Pencarian pun dilakukan dalam 2 skema, secara manual dengan tali dan drone thermal.
4. Lokasi Terlacak, Korban dalam Keadaan Tidak Bergera
Pada Senin pagi, 23 Juni 2025 drome thermal berhasil menemukan lokasi korban yang tersangkut di tebing batu pada kedalaman sekitar 500 meter.
“Secara visual dalam keadaan tidak bergerak,” tulis TNG Rinjani dalam keterangan persnya.
Artikel Terkait
Beri Bantuan Korban Angin Kencang di Silo, Kadinsos Jember Ingatkan Tata Cara Berlindung saat Angin Kencang Terjadi
Bupati Jember Gus Fawait Kembali Lakukan Penyegaran Eselon Dua: Rotasi Ini Sudah Izin Kemendagri
Pemerintah Evakuasi 386 WNI di Iran, Tak Semuanya Mau Pulang ke Indonesia
Tom Lembong Sumringah Disambangi Bestie, Ekspresi Anies Baswedan di Sela Persidangan Ramai Jadi Sorotan, Mantan Gubernur Jakarta Sampaikan Harapan Ini
Lengkap! Ini Rincian Kategori Beasiswa Bupati Jember 2025, Siap-Siap Daftar Mulai Prestasi, Afirmasi hingga Beasiswa Khusus
Damkar Amankan Monyet Liar di Jember yang Serang Rumah Kos, Masih Ada 3 Berkeliaran