Basarnas lalu memeriksa kondisi pendaki yang dilaporkan jatuh ke jurang Danau Segara Anak pada Sabtu 21 Juni 2025 tersebut.
“Dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kehidupan,” ungkap Haryadi.
Selanjutnya pada pukul 18.31 WITA, Basarnas menurunkan 3 personel tambahan menyusul tim pertama.
Selanjutnya, Basarnas memulai proses Wrapping Survivor terhadap pendaki berusia 27 tahun tersebut.
Sementara Tim Sar Gabungan yang berada di LKP atau Las Known Position, juga mulai menyiapkan sistem evakuasi.
“Malam ini akan melaksanakan flying camp, 3 orang di anchor point, 2 di kedalaman 400 meter dan 4 orang berada bersama korban,” imbuh Hariyadi lagi.
Sayangnya proses evakuasi harus ditunda lantaran pada pukul 19.00 WITA cuara tidak memungkinkan untuk melanjutkan penyelamatan, salah satunya karena jarak pandang yang terbatas.
Basarnas pun memutuskan untuk melanjutkan proses evakuasi Juliana Marins pada Rabu pagi, 25 Juni 2025.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Kisah Tragis Pendaki Brasil Juliana Marins di Rinjani, Evakuasi Terkendala Medan dan Dapat Perhatian Dunia hingga Gubernur NTB Kerahkan 3 Helikopter
Parkir Gratis di Jember Berlaku hingga Agustus 2025, Dishub Awasi Ketat Jukir Liar dan Siapkan Sistem Digital
Beri Bantuan Korban Angin Kencang di Silo, Kadinsos Jember Ingatkan Tata Cara Berlindung saat Angin Kencang Terjadi
KPK Periksa Pendakwah Khalid Basalamah Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024