"Apakah disana nanti ada perbuatan sewenang-wenang, apakah nnati disana ada perbuatan melampaui kewenangan atau mencampur adukkan kewenangan dan semua keputusan Nadiem itu akan ditanyakan," imbuhnya lagi.
Hal itu menurut Zaenur akan membuka apakah ada permufakatan jahat atau tidak sehingga inti dari pemanggilan Nadiem Makarim saat ini adalah untuk melihat kewenangan seorang menteri dengan mengubah windows ke chrome itu berasal dari mana.
Sedangkan tim kajian sendiri dengan jelas menyatakan bahwa mereka merekomendasikan windows tetapi kemudian langsung diubah menjadi chromebook.
Sementara itu tim kajian merekomendasikan windows sebab chromebook sendiri merupakan perangkat yang membutuhkan internet untuk bisa beroperasi secara efektif.
Sehingga keputusan penggunaan chromebook dinilai keputusan janggal sebab sekolah di Indonesia memiliki kecepatan internet yang beragam.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Terancam Diperiksa Kejagung, Begini Nasib Bos Gojek di Pusara Kasus Korupsi Laptop Hampir Rp10 T
Dugaan Korupsi TKA di Kemenaker Diselidiki KPK, Aliran Uang Rp53 Miliar dan 11 Mobil Disita Terkait Pemerasan Izin
Heboh iPad dan Macbook Tom Lembong Disita di Rutan, Dipakai untuk Bikin Pledoi Kasus Korupsi Gula Rp515 Miliar
6 Pernyataan Nadiem Makariem atas Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook, Minta Publik Tak Cepat Berasumsi
Ini Klarifikasi Nadiem Makarim Soal Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook, Tetap Komitmen pada Proses Hukum dan Keterbukaan
Nadiem Makarim Siap Beri Klarifikasi atas Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop di Masa Jabatannya Jadi Menteri di Kemendikbud Ristek