Kamis, 4 Juni 2026

20 Ribu Hektar Hutan Mentawai Terancam Rusak Akibat Izin PBPH, Netizen: Orang Padang Harus Menolak Keras!

Photo Author
Dinzha Fairrana Atsir, Sketsa Nusantara
- Jumat, 20 Juni 2025 | 18:20 WIB
Ilustrasi, netizen suarakan hutan Pulau Sipora, Kepulauan Mentawai, yang terancam rusak akibat Izin PBPH.  (Freepik)
Ilustrasi, netizen suarakan hutan Pulau Sipora, Kepulauan Mentawai, yang terancam rusak akibat Izin PBPH. (Freepik)

Masyarakat adat setempat sudah sejak lama melakukan penolakan terhadap Izin PBPH dan AMDAL PT SPS ini.

Baca Juga: Ulil Abshar Abdalla Dikecam Usai Pernyataannya Soal Reboisasi Tambang Nikel, Netizen dan Tokoh NU Bereaksi

Sayang, tampaknya pemerintah lebih tergiur dengan usaha PT. SPS dan mengabaikan seruan masyarakat adat. Proses pembahasan izin tersebut pun tetap dilanjutkan.

Saat ini, izin PT SPS mencangkup 6 wilayah adat di Kepulauan Mentawai yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kepulauan Mentawai No 11 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Uma Sebagai Kesatuan Masyarakat Hukum Adat di Kepulauan Mentawai.

Selain itu, hutan-hutan adat seluas 6.907 hektar yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui SK Menteri, juga terancam mengalami kerusakan.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Laut di Kepulauan Mentawai, Lima Orang di Nyatakan Hilang

Mirip halnya dengan kasus Raja Ampat dan tambang nikel, kerusakan alam bukan hanya semata-mata karena Indonesia akan kehilangan “surga destinasi liburan”, tetapi juga soal kesejahteraan masyarakat Mentawai yang hidup berdampingan dengan hutan.

Pulau Sipora dan pulau-pulau lainnya di Mentawai pun tidak hanya ditempati oleh manusia, melainkan berbagai macam hewan termasuk hewan-hewan endemik yang terancam punah.

Salah satu hewan endemik langka yang bisa ditemukan di Kepulauan Mentawai antara lain loyms sipora atau tupai terbang.

Habitat aslinya merupakan hutan primer tropis dataran rendah di bawah 500 m di atas permukaan laut.

Sebetulnya, netizen sudah gencar menyuarakan tentang Mentawai yang terancam sejak lama, tetapi kasus ini belum terlalu viral.

Oleh karena itu, netizen dari berbagai platform media sosial mengajak orang-orang untuk ikut menyebarkan kesadaran tentang potensi kerusakan yang akan Pulau Sipora alami. ***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: TikTok @sadampermana.w

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X