Saat ini, para orang tua korban telah berkoordinasi untuk melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib.
Kini sekolah tersebut telah dinonaktifkan, sementara sejumlah guru telah mengundurkan diri karena kecewa dengan pihak yayasan.
Kasus penipuan sekolah bodong ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya para orang tua agar selalu melakukan pengecekan mendalam terhadap legalitas dan reputasi sebuah lembaga pendidikan sebelum mendaftarkan anak dan menyetorkan sejumlah uang.
Sebelumnya, pastikan sekolah memiliki izin operasional resmi dari Dinas Pendidikan setempat dan verifikasi keberadaan serta fasilitasnya secara langsung.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan tawaran-tawaran yang terlalu menarik tanpa melakukan verifikasi.
Informasi mengenai izin operasional sekolah dapat dicek melalui situs resmi Dinas Pendidikan atau dengan menghubungi langsung kantor Dinas Pendidikan di wilayah masing-masing.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Usai Jabat Stafsus Presiden, Yovie Widianto Didapuk Sebagai Komisaris PT Pupuk Indonesia, Denny Siregar: Pupuknya Mau Dinyanyiin?
Tambah Daftar Publik Figur yang Duduki Posisi Stategis Kursi BUMN, Ini Tugas dan Wewenang Yovie Widianto Sebagai Dewan Komisaris PT Pupuk Indonesia
6 Fakta Love Scamming yang Menimpa Staff Media Prabowo, Kani Dwi Kena Tipu 48 Juta Bermula dari Titip Salam hingga Dicibir Gegara Dukung Praktik Ordal
Ratusan Botol Miras dan Ribuan Batang Rokok legal di Kecamatan Tanggul dan Sumberbaru Disita Satpol PP Jember
Perbaiki Infrastruktur Menuju Salah Satu Sekolah dan Ponpes di Probolinggo, Gubernur Khofifah Sebut Itu Bentuk Pelayanan untuk Warga Jatim