Meskipun begitu ia menghargai kritik dari Cucun dan berkomitmen untuk memastikan semua prosesi dan dokumen resmi dirancang dalam bahasa Indonesia.
Terkait kejadian ini, publik pun ikut menyumbang suara dan terbagi menjadi kelompok pro kontra.
Di satu sisi publik mendukung bahwa menggunakan bahasa Indonesia di lingkup pendidikan adalah hal yang krusial, apalagi dalam pelantikan rektor.
Pada sisi lainnya, penilaian publik yang kontra karena merasa masalah penggunaan bahasa ini bukan lah hal genting dibandingkan masalah lainnya yang menyangkut kepentingan kesejahteraan rakyat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
7 Fakta Erupsi Gunung Lewotobi di Flores NTT, Status Naik ke Siaga hingga Hujan Batu Kerikil di Pos Pemantauan
Turis Asing Ramai-Ramai Kabur dari Israel, Peringatan Iran: Rezim Zionis akan Membayar Kejahatannya!
Rieke Diah Pitaloka Apresiasi Langkah Prabowo Kembalikan Status Empat Pulau ke Provinsi Aceh, Ingatkan Untuk Terus Kawal: Perjuangan Belum Berakhir!
Menhub Imbau Masyarakat Manfaatkan Paket Stimulus yang Diberikan Pemerintah untuk Dorong Ekonomi Nasional
Geger Dua Pulau di Kabupaten Anambas Dijual di Situs Private Island Kanada, Netizen: Kalau Nggak Ditambang ya Dijual!
Viral di Medsos, Siswa SMAN 1 Jember anak Penjual Es Raih Prestasi dan Diterima di ITB