Kamis, 4 Juni 2026

BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2025 Terjadi Juli-Agustus, Durasi Lebih Pendek di Beberapa Wilayah

Photo Author
Fita Tristiani, Sketsa Nusantara
- Kamis, 5 Juni 2025 | 12:45 WIB
Ilustrasi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki puncak musim kemarau  (Freepik/ storyset)
Ilustrasi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki puncak musim kemarau (Freepik/ storyset)

SketsaNusantara.id - Berdasarkan prediksi musim kemarau tahun 2025 pada 2 Juni 2025, BMKG memperkirakan bawah puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2025.

Prediksi tersebut diberikan setelah hasil pemutakhiran awal musim kemarau yang menunjukkan perubahan waktu.

Di mana awal musim kemarau datang lebih lambat daripada yang diprediksi oleh BMKG seperti yang dikutip oleh SketsaNusantara.id dari laman BMKG.

Baca Juga: Heboh Kemunculan Angin Puting Beliung di Laut Situbondo Bikin Warganet Khawatir Merembet ke Daratan, Begini Penjelasan BMKG

Perubahan tersebut terjadi sebagian besar wilayah di Indonesia, terutama pada kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Di Pulau Jawa, awal kemarau yang awalnya diperkirakan terjadi pada April hingga Mei kini bergeser jadi Mei hingga Juni.

Perubahan tersebut terjadi utamanya pada wilayah Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.

Baca Juga: Matahari Berada Tepat di Atas Ka'bah pada 26-30 Mei 2025, BMKG Himbau Masyarakat Muslim Cek Kembali Arah Kiblat, Begini Caranya

Sementara untuk Pulau Bali dan kawasan Nusa Tenggara, kemarau yang awalnya diprediksi terjadi pada April dan Mei berubah jadi Mei dan Juni.

Pergeseran tersebut menurut BMKG menyebabkan kemarau datang lebih lambat di sebagian besar wilayah di Indonesia.

“Puncak musim kemarau secara umum tetap diprediksi berkisar antara Juli-Agustus 2025,” tulis BMKG dalam laporannya.

Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Potensi Hujan di Beberapa Wilayah untuk Periode 27 Mei hingga 2 Juni 2025

Di kawasan seperti Jawa dan Papua, puncak musim kemarau cenderung lebih daripada prediksi yang diberikan sebelumnya.

Sementara untuk kawasan lain seperti Sulawesi dan Sumatera akan mengalami puncak kemarau yang diperkirakan lebih lambat dari prediksi.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: BMKG

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X