SketsaNusantara.id - Berdasarkan prediksi musim kemarau tahun 2025 pada 2 Juni 2025, BMKG memperkirakan bawah puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2025.
Prediksi tersebut diberikan setelah hasil pemutakhiran awal musim kemarau yang menunjukkan perubahan waktu.
Di mana awal musim kemarau datang lebih lambat daripada yang diprediksi oleh BMKG seperti yang dikutip oleh SketsaNusantara.id dari laman BMKG.
Perubahan tersebut terjadi sebagian besar wilayah di Indonesia, terutama pada kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Di Pulau Jawa, awal kemarau yang awalnya diperkirakan terjadi pada April hingga Mei kini bergeser jadi Mei hingga Juni.
Perubahan tersebut terjadi utamanya pada wilayah Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.
Sementara untuk Pulau Bali dan kawasan Nusa Tenggara, kemarau yang awalnya diprediksi terjadi pada April dan Mei berubah jadi Mei dan Juni.
Pergeseran tersebut menurut BMKG menyebabkan kemarau datang lebih lambat di sebagian besar wilayah di Indonesia.
“Puncak musim kemarau secara umum tetap diprediksi berkisar antara Juli-Agustus 2025,” tulis BMKG dalam laporannya.
Di kawasan seperti Jawa dan Papua, puncak musim kemarau cenderung lebih daripada prediksi yang diberikan sebelumnya.
Sementara untuk kawasan lain seperti Sulawesi dan Sumatera akan mengalami puncak kemarau yang diperkirakan lebih lambat dari prediksi.
Artikel Terkait
Mau Disidang Tapi Sakit? Kejaksaan Ungkap Kondisi Kesehatan Artis Kontroversial Nikita Mirzani
Siapa Al Muzzammil Yusuf? Begini Riwayat Pekerjaan Presiden PKS Baru Periode 2025-2030
Prabowo Subianto Kirim 39 Sapi Peranakan Ongole untuk Dikurbankan di Jawa Timur, Khofifah Sebut Stok Ternak di Jatim Aman
Viral! Detik-Detik Ibu Hamil Mendadak Lahiran Sendirian di Toilet Stasiun Bogor, KAI Beberkan Kronologi dan Kondisi Bayi, Warganet Sibuk Pilihkan Nama
4 Kegiatan BRI Menanam-Grow and Green, Program BRI dalam Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2025