SketsaNusantara.id - Tom Lembong dikabarkan jatuh sakit, sehingga ia tak bisa menghadiri sidang kasus dengan agenda pemeriksaan saksi pada Kamis, 22 Mei 2025 kemarin.
Dikabarkan bahwa Tom Lembong mengalami demam hingga 38 derajat celcius, sehingga persidangan tersebut harus ditunda.
Terbaru, melalui akun X pribadinya yang dikelola oleh timnya, Tom Lembong dikabarkan telah pulih.
Bahkan kini Tom Lembong sudah kembali bisa berolahraga seperti semula.
Namun demam yang dideritanya ini membuatnya kehilangan 3 kilogram berat badannya selama 2 minggu.
Namun ini tak membuat semangatnya kendor.
Terlebih kasusnya kini akan segera sampai di tahap final, yaitu putusan hakim.
Tom Lembong mengatakan bahwa putusan Majelis Hakim ini akan terbit sebelum Juli 2025 berakhir.
"Tapi saya terus semangat, apalagi proses hukum saya di tingkat Pengadilan Negeri mulai masuk ke tahap final, dengan Putusan Majelis Hakim sudah harus terbit sebelum akhir Juli 2025," tulisnya, dikutip dari akun X @tomlembong.
Terakhir, Tom Lembong menyampaikan terima kasihnya untuk siapapun yang telah mendoakan kesembuhannya.
"Terima kasih yang dalam pada ibu-bapak, kakak-adik yang mendoakan saya lekas sembuh 1-2 minggu ini,"
Artikel Terkait
Tom Lembong Seret Nama Jokowi dalam Kasus Korupsi Impor Gula, Sebut Semuanya Keputusan Sudah Dilaporkan pada Presiden Saat itu
Bukti Penetapan Tersangka Tom Lembong Tak Transparan, Pandji Pragiwaksono Tulis Sindiran Keras pada Kejagung
Anies Baswedan Tanggapi Kelanjutan Kasus Korupsi Impor Gula yang Menjerat Tom Lembong, Perjuangan Masih Panjang...
Tom Lembong Tulis Surat Kedua dari Balik Jeruji Besi, Ungkap Kekecewaannya pada Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
Masih tentang RI 36, Netizen Bandingkan Sikap Raffi Ahmad dan Tom Lembong Usai Kedapatan Dikawal Patwal: Beda Kelas
Kronologi Tom Lembong Dilarang Wawancara oleh Petugas Kejaksaan, Diinterupsi hingga Ditarik ke Mobil Tahanan
Tom Lembong Dipaksa Bungkam, Momen Kejaksaan Halangi Tersangka Kasus Korupsi Impor Gula saat Ingin Bicara di Depan Awak Media Jadi Sorotan