Selain pemeriksaan saksi, KPK juga telah menyita sejumlah barang bukti yang diyakini terkait dengan kasus korupsi ini.
“11 mobil, 2 motor, disita dari serangkaian kegiatan penggeledahan,” ungkap Budi.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat bukti bahwa praktik pemerasan dalam pengurusan izin TKA bukan sekadar dugaan, melainkan telah membentuk pola sistemik yang melibatkan banyak pihak selama bertahun-tahun.
KPK menyampaikan bahwa kasus ini memiliki dimensi kompleks yang berpotensi menyeret lebih dari satu institusi. Selain Kemenaker, Imigrasi disebut sebagai pintu masuk penting yang kini turut diamati secara ketat oleh tim penyidik.
Dengan barang bukti yang mulai menguat dan pemeriksaan terhadap pegawai kunci yang sudah dilakukan, publik kini menantikan kelanjutan proses hukum dan potensi munculnya nama-nama baru yang terlibat.
KPK sendiri memastikan bahwa penyidikan akan terus dilakukan secara mendalam hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Perjalanan Karir Politik Ridwan Kamil Sebelum Rumahnya Digeledah KPK, Wali Kota Bandung yang Gagal di Pilkada Jakarta
Pulau Penjara Koruptor Usulan Prabowo Disetujui KPK: Tak Usah Dikasih Makan!
Mata Sayu Ridwan Kamil, Pilih Bungkam Saat Ditanya Soal Perselingkuhan Usai Sholat Idul Fitri, Kini Bakal Dipanggil KPK
KPK Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Gas PGN–IAE, Ada Jejak Pembayaran Fiktif dan Peran 2 Tersangka
Menolak Lupa, Rumah Ridwan Kamil Digeledah KPK! Intip 4 Fakta Kasus Dugaan Korupsi Bank BJB yang Rugikan Negara Hingga Sekitar 222 Miliar Rupiah