SketsaNusantara.id- Belum selesai perkara dugaan perselingkuhan, Ridwan Kamil kembali menjadi sorotan.
Mantan Gubernur Provinsi Jawa Barat tersebut kini sedang berada di ujung tanduk. Pasalnya Ridwan Kamil diduga terlibat dalam kasus korupsi besar di Bank BJB.
Adapun inilah beberapa fakta yang terkuak terkait dugaan kasus korupsi besar di tubuh Bak BJB atau Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten.
1. Kronologi Kasus Dugaan Korupsi
Kasus ini menyebabkan kerugian negara yang diperkirakan menyantuh angka 222 miliar rupiah. Dugaan kasus korupsi ini terungkap ketika ditemukannya indikasi mark-up dana iklan.
Yakni dengan selisih jumlah yang signifikan sejak periode tahun 2021 sampai 2023. Ditemukan selisih antara anggaran dan nilai yang diterima oleh media sekitar 28 miliar rupiah.
2. Perkembangan Kasus
Terkuak fakta selanjutnya adalah perkembangan kasus dugaan korupsi tersebut. Yakni masih dalam tahap penyidikan dan KPK juga belum memberikan rincian lebih lanjut.
Namun pihak KPK berencana akan memeriksa deretan tersangka, termasuk nama Ridwan Kamil yang diduga tercatut.
Baca Juga: Rumah Ridwan Kamil Digeledah KPK Soal Dugaan Kasus Korupsi BJB, Guntur Romli: Hanya Drama
3. Ditemukan 5 Tersangka
KPK meringkus lima tersangka. Yakni Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Divisi Corsec BJB, Widi Hartoto; serta tiga pengendali agensi periklanan.
Artikel Terkait
Sustainability Bond Bank BJB Oversubscribed 4,66 Kali, Bukti Kepercayaan Investor
Rumah Ridwan Kamil Digeledah KPK Soal Dugaan Kasus Korupsi BJB, Guntur Romli: Hanya Drama
KPK Geledah Rumah Ridwan Kamil usai Tetapkan 5 Tersangka Korupsi, Ada Kaitan?
Bantah Tudingan Korupsi, Anggota Komisi VI DPR RI Klarifikasi Soal Video Viral Setelah Terciduk Diam-Diam Terima Amplop saat Rapat, Ternyata Isinya...
Sejarah dan Makna Cublak-Cublak Suweng: Lagu Permainan Anak yang Jadi Media Dakwah Sunan Giri untuk Menyebarkan Pesan Anti korupsi di Tanah Jawa
5 Fakta Dugaan Peretasan Akun Instagram Ridwan Kamil: Posting 'Selamat Bermimpi Buruk', Serangan Siber hingga Klarifikasi