SketsaNusantara.id - Demi memberikan kenyamanan ekstra bagi para jemaah calon haji asal Indonesia, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI memberikan izin kepada para penyedia layanan haji (syarikah) untuk menyediakan fasilitas tambahan.
Langkah ini disambut antusias oleh sejumlah syarikah, termasuk Al Bait Guest, yang menghadirkan konsep tenda berdesain khas Indonesia.
Tidak hanya sekadar tempat beristirahat, tenda ini diubah menjadi ruang bersantai yang menyuguhkan atmosfer kampung halaman, lengkap dengan unsur-unsur estetik seperti bambu, rotan, bunga segar, dan nuansa alam tropis.
Baca Juga: Tenda Haji Kini Bernuansa Resort: Bunga Segar hingga Meubel Impor untuk Lawan Panas Ekstrem di Mina
Saung ala Sunda di Makkah
Saat meninjau tenda milik Syarikah Al Bait Guest, suasana yang ditampilkan langsung memikat mata. Koridor tenda dihiasi bunga segar, kursi rotan, serta lampu dan pagar bambu. Bahkan, alas kayu dan atap bambu membuat pengunjung serasa kembali ke desa-desa di Jawa Barat.
"Ruangan di luar ini dibuat mirip saung-saung, bisa buat lesehan jemaah, juga berteduh jemaah sambil makan-makan dan bersantai, ada bunganya, kursi rotan, kayak di Indonesia," ungkap Dedi Junaedi, pengrajin asal Cianjur.
Bahan-bahan bangunan untuk menciptakan nuansa ini pun didatangkan langsung dari Indonesia. Dedi menyebut sebagian besar material berasal dari Palimanan dan Cirebon, sedangkan sebagian lainnya dikirim dari daerah asalnya di Cianjur.
Proses pengerjaan instalasi ini membutuhkan waktu sekitar satu minggu dan dikerjakan oleh tiga orang pengrajin.
Tujuannya bukan hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga menghadirkan kesan “rumah” bagi para jemaah yang akan menjalani mabit atau menginap di Mina selama puncak ibadah haji.
"Kita coba bikin konsep yang segar dan sejuk, ada bunga-bunganya juga kita datangkan dari Indonesia, jadi nanti jemaah akan bilang, kok bisa di Makkah ada yang kayak begini," ujar Jaelani, salah satu pengrajin yang ikut menggarap desain tenda tersebut.
Desain Nyaman di Tengah Cuaca Panas
Direktur Jenderal PHU, Hilman Latief, menyatakan bahwa pihaknya mendorong syarikah untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan yang nyaman, terutama di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang terkenal panas.
"Penataan ruang santai seperti ini, dengan nuansa sight seeing dan warna-warna hijau, bisa membuat jemaah merasa nyaman yang ditawarkan oleh syarikah Bait Al Guests," kata Hilman.
Artikel Terkait
Akan Melaksanakan Ibadah Haji, Ananda Omesh Berpamitan kepada Keluarga dan Sahabatnya Sebelum Berangkat
Hati-Hati! Bolehkah Posting Foto di Medsos saat Ibadah Haji? Beginilah Nasihat Buya Yahya agar Lebih Bijak Bermedsos
185 Ribu Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba, 95 Persen Terima Kartu Nusuk untuk Akses Layanan Ibadah di Tanah Suci
Puncak Haji di Tengah Terik Ekstrem: Jemaah Diminta Tak Sholat Terlalu Sering di Masjidil Haram demi Jaga Stamina
Haji 2025 Dijaga Ketat, Arab Saudi Gunakan Drone hingga e-Gate Canggih untuk Deteksi Jemaah Ilegal