SketsaNusantara.id - Pengguna media sosial X dihebohkan dengan kabar pemasangan eskalator pada Candi Borobudur jelang kunjungan Presiden Prabowo Subianto.
Kabar tersebut diunggah sejumlah akun X dengan ribuan pengikut, salah satunya akun @MurthadhaOne1.
Berdasarkan cuitan tanggal 25 Mei 2025, akun tersebut menyebutkan pemasangan eskalator pada Candi Borobudur bertujuan agar Presiden Prabowo Subianto dapat naik hingga ke atas.
“Parah! Candi Borobudur akan dipasang eskalator agar Prabowo bisa naik ke atas,” cuit akun tersebut seperti dikutip SketsaNusantara.id.
Dalam cuitan tersebut juga terdapat foto dan video berduras 29 detik yang memperlihatkan bantalan yang dipasang di salah satu tangga pada Candi Borobudur.
“Persiapan tempat dudukan untuk eskalator di kala Pak Presiden Prabowo pada tanggal 29 Mei akan berkunjung ke Borobudur,” begitu suara yang terekam dalam video tersebut.
Tidak diketahui dengan pasti siapa sosok di balik suara dalam video tersebut.
Namun yang pasti, video tersebut langsung menyita perhatian netizen pengguna X.
Tak hanya itu, akun X @MurthadaOne1 juga kembali menyinggung rencana pemasangan Chattra (payung pelindung) di Borobudur yang sempat menimbulkan pro-kontra beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Kursi Dubes RI untuk AS Kosong Hampir 2 Tahun, Prabowo Segera Pilih Nama Baru, Ini Kriterianya
“Tahun lalu rencana pemasangan Chattra (payung pelindung) aja menuai polemik. Lha kok sekarang malah mau dipasang tangga berjalan,” tulis pemilik akun lagi.
Cuitan itu pun dibanjiri komentar yang sebagian besar berisi kecaman dan kritik atas kabar itu.
“Kan banyak pengawal ya, kenapa nggak digotong seperti Jendral Sudirman aja, yah maklumin kan emang sakit, ngga kuat jangan merusak benda sejarah,” cuit akun X@o******u.
Artikel Terkait
Rapat dengan Komisi VI DPR, Dirut PLN Berikan Klarifikasi soal Tarif Listrik dan Gangguan Layanan saat Ramadhan
Apa Dosa Kami Dilahirkan Sebagai Papua? Inilah Surat Pedih Antonia untuk Presiden Setelah Ibunya Ditembak dan Dikubur Tanpa Upacara
AJI Indonesia Soroti Ancaman Terhadap Mahasiswa UI yang Kritik ASN Berjenderal Lewat Kanal Opini Detik, Demokrasi dan Kebebasan Pers Kian Terkikis
Rencana Dedi Mulyadi Kirim Anak Berprestasi ke Barak Militer Tuai Kontroversi, Netizen: Program Nasional Berbentuk Wamil
Puan Maharani Soroti Ormas GRIB di Lahan BMKG: Jangan Sampai Negara Kalah dengan Premanisme
Update Kasus Begal Payudara di Lebak Bulus Jakarta, Pihak Keluarga Korban Temukan...