Kamis, 4 Juni 2026

Sudut Kalisat Hidupkan Sejarah Lokal Lewat Merokat Kenangan, Sebuah Upaya Untuk Mengenal dan Mencintai Kampung Halaman

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Minggu, 25 Mei 2025 | 16:00 WIB
Abdul Rasyid, atau Cak Cid, saat menembangkan macapat Babad Sumber Jeruk dalam acara Merokat Kenangan di Sudut Kalisat  (SketsaNusantara.id/ Qorry 'Aina Damayanti )
Abdul Rasyid, atau Cak Cid, saat menembangkan macapat Babad Sumber Jeruk dalam acara Merokat Kenangan di Sudut Kalisat (SketsaNusantara.id/ Qorry 'Aina Damayanti )

“Merokat Kenangan adalah sebuah upaya untuk menghidupkan kembali memori-memori yang pernah melekat. Ia tidak hadir dari menara gading keilmuan semata, tapi dari tanah, dari laku sehari-hari, dari obrolan panjang dengan para sesepuh desa. Ia tidak membawa istilah rumit seperti heuristik atau historiografi ke tengah-tengah perayaan ini,” kata RZ Hakim, selaku Ketua Yayasan Studi Arsip Sudut Kalisat, dalam wawancaranya bersama SketsaNusantara.id.

Baca Juga: Belajar Demokrasi Bareng KPU Jember, SketsaNusantara.id Gelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Bagi Seniman dan Generasi Muda di Kalisat

Di Kalisat, mereka tidak kekurangan bahan. Wilayah ini memiliki belasan desa dengan kekayaan cerita rakyat, situs-situs sejarah, hingga tokoh-tokoh sepuh yang masih menyimpan ingatan akan masa lalu.

Tidak hanya itu, potensi seni dan budaya juga hidup di tengah masyarakat, mulai dari paguyuban Singo Lodro, kelompok tosan aji, hingga teater pelajar dan kelompok pecinta alam.

“Sudut Kalisat beruntung berada di ruang geografi yang mendukung. Tinggal bagaimana kita mau belajar dari semuanya,” ungkap Hakim.

Baca Juga: Mengenang Hilangnya Ludruk Pak Sabar Kalisat, Misteri di Tengah Gejolak Peristiwa Kelam pada Tahun 1965

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para tokoh seperti Cak Cid dari Sanggar Umah Wetan, serta para tetua desa yang turut menjadi sumber pengetahuan.

Merokat Kenangan membuktikan bahwa sejarah tidak melulu harus diajarkan di ruang kelas atau dibaca dari buku. Ia bisa dirayakan bersama, dilantunkan dalam tembang, dan disampaikan dari mulut ke mulut menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini.

Setelah Biting dan Sumber Jeruk, harapannya, masih banyak babad lain yang menanti untuk digali.
Dengan semangat kolaborasi dan cinta terhadap akar budaya, Sudut Kalisat terus melangkah menyusuri jejak-jejak yang nyaris hilang.

Sebuah usaha kecil yang layak untuk terus dikobarkan dan dijaga nyala semangatnya, karena dari sanalah sejarah lokal bisa kembali hidup dan dikenang.

Merokat Kenangan merupakan rangkaian menuju acara Kalisat Tempo Dulu 10 yang didukung oleh Dana Institusional untuk Lembaga Melalui Dana Indonesiana, LPDP dan Kementerian Kebudayaan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X