Minggu, 19 Juli 2026

Pemandian Patemon di Mana? Destinasi Wisata Favorit Warga Jember yang Menyimpan Kisah Cinta Dewi Rengganis, Kini Diterpa Masalah Kepemilikan Lahan

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 16:00 WIB
Potret pemandian Patemon di Kecamatan Tanggul, Jember, yang tak pernah sepi pengunjung, kini tersandung masalah kepemilikan lahan (Facebook/Elis Wahyuni)
Potret pemandian Patemon di Kecamatan Tanggul, Jember, yang tak pernah sepi pengunjung, kini tersandung masalah kepemilikan lahan (Facebook/Elis Wahyuni)

SketsaNusantara.id - Warga Jember tentu tidak asing dengan Pemandian Patemon yang menjadi destinasi wisata favorit selama puluhan tahun di Bumi Pandhalungan.

Pemandian Petemon selalu memikat hati pengunjung karena menyuguhkan panorama alam memukau dan udara sejuk, terlebih air kolam yang dipercaya berkhasiat menyembuhkan penyakit.

Wisata ini tengah ramai jadi sorotan publik setelah diterpa masalah kepemilikan lahan. Diketahui, ternyata area wisata yang dikelola Pemerintah Daerah ini dibangun atas lahan milik warga tanpa izin yang sebelumnya.

Baca Juga: Pemandian Patemon Punya Siapa? Viral Area Wisata Legendaris Jember yang Berdiri sejak 1982, Ternyata Dibangun di Atas Lahan Milik Warga

Lantas, di mana lokasi Pemandian Patemon? Mengenal lebih dekat, berikut sekilas mengenai profil Pemandian Patemon termasuk berdasarkan informasi yang diperoleh SketsaNusantara.id dari ditus resmi Pemkab Jember dan berbagai sumber.

Pemandian Patemon, terletak di Dusun Krajan II, Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Lokasinya hanya sekitar 30 km dari pusat kota Jember dan 2 km dari Alun-alun Tanggul. Pemandian ini menawarkan suasana asri dengan air jernih yang mengalir langsung dari mata air Manggisan di lereng Gunung Argopuro.

Kolam renangnya, dengan kedalaman bervariasi dari 50 cm untuk anak-anak hingga 6 meter untuk dewasa, menjadi daya tarik utama.

Baca Juga: Jaraknya 73 KM dari Candi Prambanan, Pemandian Air Hangat Ini Usianya 400 Tahun Lebih Tua dari Kerajaan Majapahit, di Mana?

Pemandian yang dibangun sejak zaman kolonial Belanda ini berada pada ketinggian 500 mdpl. Patemon selalu ramai, terutama saat akhir pekan atau libur Idulfitri, dengan pengunjung mencapai lebih dari 1.000 orang per hari.

Hanya dengan membayar tiket masuk yang terjangkau sekitar Rp7.500 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak, pengunjung bisa mendapatkan fasilitas nyaman dan cocok untuk rekreasi bersama keluarga.

Warung-warung lokal di sekitar juga menggerakkan ekonomi warga, menjadikan Patemon sebagai salah satu ikon wisata kebanggan Jember.

Pemandian Patemon dulunya adalah telaga alami yang digunakan warga untuk mandi. Pada  tahun 1954, Pemerintah Daerah Tanggul mulai mengelola dan mengembangkan telaga ini menjadi tempat wisata resmi dengan membangun kolam renang, taman bermain, dan fasilitas pendukung seperti pujasera, mushola serta area parkir yang cukup luas.

Baca Juga: Keunikan Pemandian Banyu Biru yang Dipercaya Pernah Disinggahi Raja Hayam Wuruk, Konon Airnya Mujarab Saat Mandi di Waktu Tertentu!

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: jemberkab.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X