Selain itu, BMKG juga memonitor bahwa tidak terjadi gempa susulan atau aftershock, karena kecil kemungkinan terjadi gempa susulan pada intra-slab earthquake.
Baca Juga: Siaga Cuaca Ekstrem, BMKG Berikan Peringatan Dini untuk Wilayah Indonesia
"Hingga siang ini kami sudah memonitor dan belum terjadi gempa susulan di Bengkulu Hal ini Sesuai karakter 'gempa dalam lempeng' (intra-slab earthquake) yang lack of aftershock atau 'miskin gempa susulan'," kata Daryono.
"Bahkan bisa jadi tanpa gempa susulan karena Lempeng Indo-Australia batuan homogen, sekali patah energi langsung habis. Jadi kami menghimbau tak perlu panik tapi tetap waspada," imbuhnya.
Meskipun bukan megathrust, gempa ini tetap memiliki dampak kerusakan signifikan di berbagai wilayah di Bengkulu.
Dalam keterangannya, Daryono menjelaskan bahwa gempa intra-slab cenderung menghasilkan guncangan yang lebih kuat dibandingkan gempa dengan magnitudo serupa dari sumber lain.
Hal ini disebabkan oleh sifat batuan di dalam lempeng yang lebih homogen, sehingga energi yang dilepaskan lebih terfokus.
Selain itu, BMKG juga menyebut kondisi tanah yang lembek bisa jadi salah satu faktor penyebab kerusakan pasca terjadi gempa.
Dilaporkan puluhan rumah di Bengkulu, khususnya di wilayah Pagar Dewa, Betungan, Gading Cempaka, Teluk Segara, dan Singaran Pati, mengalami kerusakan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan setidaknya delapan rumah mengalami kerusakan berat, bahkan gedung-gedung besar juga ikut terdampak.
Daryono juga menyampaikan permintaan maaf atas penggunaan istilah teknis yang mungkin sulit dipahami masyarakat.
Sebelumnya, ia sempat menyebut megathrust sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Publik mengira bahwa pusat gempa berada dalam zona megathrust yang sempat membuat panik warganet hingga dikhawatirkan ada potensi terjadinya tsunami.
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada rumor yang tidak jelas kebenarannya dan memverivikasi informasi langsung dari website atau media sosial resmi milik BMKG.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Detik-Detik Sirine Dibunyikan Serentak pada Peringatan 20 Tahun Tsunami di Aceh, Aktivitas Dihentikan Sejenak, Ini Maknanya
Viral! Gorontalo Diguyur Hujan Jeli yang Bikin Heboh Warga, BMKG Ungkap Fenomena Unik Ini Kemungkinan Akibat Dampak Pencemaran Lingkungan
Trending! Gempa Bumi M 4,4 di Bantul Jadi Sorotan, Netizen Protes BMKG Buntut Telat Unggah Info Bencana Alam, Gegara Kena Efisiensi?
Ngeri! Awan Cumulonimbus Selimuti Jember Disertai Hujan Deras dan Angin Kencang, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Perubahan Cuaca di Awal Peralihan Musim
Trending X! Suara Gemuruh Terdengar Keras Saat Bogor Diguncang Gempa 4,1 SR yang Memicu Kerusakan Rumah Warga, Begini Penjelasan BMKG
Heboh Warga Jember Mendadak Temukan Ratusan Ikan Kecil Terdampar di Pantai Payangan, Benarkah Pertanda Akan Terjadi Tsunami? Begini Penjelasan BMKG