Kamis, 4 Juni 2026

Bukan Megathrust, BMKG Beberkan Hasil Analisis Terkait Gempa 6,3 SR yang Mengguncang Bengkulu, Ternyata Ini Alasannya Tak Ada Gempa Susulan

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 23 Mei 2025 | 21:30 WIB
Potret Sejumlah rumah warga rusak pasca gempa 6,3 SR mengguncang Bengkulu, BMKG tegaskan bukan megathrust (X/DaryonoBMKG)
Potret Sejumlah rumah warga rusak pasca gempa 6,3 SR mengguncang Bengkulu, BMKG tegaskan bukan megathrust (X/DaryonoBMKG)

Selain itu, BMKG juga memonitor bahwa tidak terjadi gempa susulan atau aftershock, karena kecil kemungkinan terjadi gempa susulan pada intra-slab earthquake.

Baca Juga: Siaga Cuaca Ekstrem, BMKG Berikan Peringatan Dini untuk Wilayah Indonesia

"Hingga siang ini kami sudah memonitor dan belum terjadi gempa susulan di Bengkulu Hal ini Sesuai karakter 'gempa dalam lempeng' (intra-slab earthquake) yang lack of aftershock atau 'miskin gempa susulan'," kata Daryono.

"Bahkan bisa jadi tanpa gempa susulan karena Lempeng Indo-Australia batuan homogen, sekali patah energi langsung habis. Jadi kami menghimbau tak perlu panik tapi tetap waspada," imbuhnya.

Meskipun bukan megathrust, gempa ini tetap memiliki dampak kerusakan signifikan di berbagai wilayah di Bengkulu.

Dalam keterangannya, Daryono menjelaskan bahwa gempa intra-slab cenderung menghasilkan guncangan yang lebih kuat dibandingkan gempa dengan magnitudo serupa dari sumber lain.

Hal ini disebabkan oleh sifat batuan di dalam lempeng yang lebih homogen, sehingga energi yang dilepaskan lebih terfokus.

Selain itu, BMKG juga menyebut kondisi tanah yang lembek bisa jadi salah satu faktor penyebab kerusakan pasca terjadi gempa.

Baca Juga: Cuma Hoaks, BMKG Bantah Beredarnya Kabar Cilacap dan 12 Kota di Jawa Tengah yang Diprediksi Akan Terdampak Gempa Megathrust, Begini Penjelasannya

Dilaporkan puluhan rumah di Bengkulu, khususnya di wilayah Pagar Dewa, Betungan, Gading Cempaka, Teluk Segara, dan Singaran Pati, mengalami kerusakan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan setidaknya delapan rumah mengalami kerusakan berat, bahkan gedung-gedung besar juga ikut terdampak.

Daryono juga menyampaikan permintaan maaf atas penggunaan istilah teknis yang mungkin sulit dipahami masyarakat.

Sebelumnya, ia sempat menyebut megathrust sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Publik mengira bahwa pusat gempa berada dalam zona megathrust yang sempat membuat panik warganet hingga dikhawatirkan ada potensi terjadinya tsunami.

BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada rumor yang tidak jelas kebenarannya dan memverivikasi informasi langsung dari website atau media sosial resmi milik BMKG.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: X @DaryonoBMKG

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X