SketsaNusantara.id - Gempa bumi berkekuatan 6,0 Skala Richter (SR) yang mengguncang Bengkulu pada hari Jumat, 23 Mei 2025, masih menjadi sorotan publik.
Guncangan yang dirasakan cukup kuat hingga menyebabkan puluhan rumah rusak ini memicu berbagai spekulasi di masyarakat.
Salah satu kesalahpahaman yang beredar luas adalah anggapan bahwa gempa ini berasal dari zona megathrust, mengingat magnitudonya yang cukup besar.
Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa gempa ini bukan megathrust.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan bahwa gempa yang mengguncang Bengkulu berkekuatan 6,0 SR adalah intra-slab earthquake atau gempa dalam lempeng.
"Gempa ini memiliki sifat guncangan yang lebih kuat karena melibatkan pelepasan energi dari tekanan tektonik yang terakumulasi di dalam lempeng, serta sifat batuannya yang homogen," tulis Daryono dikutip SketsaNusantara.id dari cuitan akun X @DaryonoBMKG yang diunggah hari Jumat, 23 Mei 2025.
Gempa intra-slab terjadi akibat deformasi batuan di dalam lempeng yang sedang tersubduksi, dalam hal ini lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia di zona subduksi Sumatra.
"Gempa Bengkulu sumbernya tidak di bidang kontak antar lempeng (Zona Megathrust), tetapi gempa ini bersumber di Zona Benioff dimana lempengIndo-Australia yang tersubduksi di bawah megahthrust dan pecah di dalam lempeng yang populer disebut intra-slab earthquake," tuturnya.
Berbeda dengan gempa megathrust yang terjadi di bidang kontak antar lempeng, gempa ini berlangsung lebih dalam, di dalam lempeng itu sendiri.
Daryono juga membagikan peta sebaran gempa dan grafik hiposenter untuk memperkuat analisisnya.
Peta tersebut menunjukkan aktivitas seismik yang tinggi di wilayah Bengkulu, dengan ratusan titik gempa tercatat sejak tahun 1963 hingga 2024.
Sementara itu, grafik hiposenter menunjukkan bahwa pusat gempa berada pada kedalaman menengah, berada sekitar 83 km di bawah permukaan laut, yang konsisten dengan karakteristik gempa intra-slab.
Artikel Terkait
Detik-Detik Sirine Dibunyikan Serentak pada Peringatan 20 Tahun Tsunami di Aceh, Aktivitas Dihentikan Sejenak, Ini Maknanya
Viral! Gorontalo Diguyur Hujan Jeli yang Bikin Heboh Warga, BMKG Ungkap Fenomena Unik Ini Kemungkinan Akibat Dampak Pencemaran Lingkungan
Trending! Gempa Bumi M 4,4 di Bantul Jadi Sorotan, Netizen Protes BMKG Buntut Telat Unggah Info Bencana Alam, Gegara Kena Efisiensi?
Ngeri! Awan Cumulonimbus Selimuti Jember Disertai Hujan Deras dan Angin Kencang, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Perubahan Cuaca di Awal Peralihan Musim
Trending X! Suara Gemuruh Terdengar Keras Saat Bogor Diguncang Gempa 4,1 SR yang Memicu Kerusakan Rumah Warga, Begini Penjelasan BMKG
Heboh Warga Jember Mendadak Temukan Ratusan Ikan Kecil Terdampar di Pantai Payangan, Benarkah Pertanda Akan Terjadi Tsunami? Begini Penjelasan BMKG