SketsaNusantara.id - Pasar murah kembali diadakan Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember mulai Senin, 19 Mei 2025, pagi.
Nantinya, tercatat ada sebanyak 12 titik di Jember yang akan dijadikan sebagai lokasi pasar murah.
Mulai kantor Kecamatan Rambipuji (Senin, 19 Mei 2025), Kecamatan Puger (Selasa, 20 Mei 2025), Kecamatan Balung (Rabu, 21 Mei 2025), hingga kantor Kecamatan Jenggawah (Kamis, 22 Mei 2025).
Termasuk di kantor Desa Kramat Sukoharjo (Jumat, 23 Mei 2025), Pasar Gebang (Sabtu, 24 Mei 2025), dan Kecamatan Mayang (Senin, 26 Mei 2025).
Selain itu, juga digelar di kantor Kecamatan Silo (Selasa, 27 Mei 2025), Kecamatan Sukowono (Rabu, 28 Mei 2025), Kecamatan Jelbuk (Senin, 2 Juni 2025), Kecamatan Arjasa (Selasa, 3 Juni 2025), dan Kecamatan Kalisat (Rabu, 4 Juni 2025).
"Pasar murah ini digelar dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga menjelang Hari Raya Idul Adha," ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Jember Yuliana.
Termasuk bertujuan guna memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok hingga barang penting bagi masyarakat terpenuhi.
Yuliana menyatakan bahwa ada sejumlah barang pokok penting yang tersedia dalam Pasar Murah bertajuk Pasar Murah Penuh Cinta tersebut.
Mulai telur, beras, gula, daging ayam, sayur, hingga minyak goreng.
Baca Juga: Keluhkan Bau Menyengat dari Kandang Ayam, Warga Semboro Wadul ke Pemkab Jember
"Bahkan, harga kebutuhan pokok ini dijual di bawah harga pasaran," ungkapnya.
Dengan adanya harga yang ekonomis itu, diharapkan saya beli masyarakat bisa naik.
Artikel Terkait
Banyak Aduan dari Masyarakat Lewat Saluran Wadul Gus E, Pemkab Jember Gerak Cepat Tangani Permasalahan
Pemkab Jember Mulai Perbaiki Jalan Berlubang, Komisi C DPRD Rencanakan Penambahan Anggaran di PAPBD 2025
Pemkab Jember Jalin Kekompakan Buruh dan Pengusaha Lewat Jalan Sehat
Pemkab Jember Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Wujudkan Kabupaten Ramah Investasi
Antisipasi Penyelewengan Penggunaan Anggaran Belanja, Pemkab Jember Teken Nota Kesepakatan dengan Kejari
Dampak Limbah Tambak Udang Warga Desa Mayangan Bersuara Usai Ratusan Hektare Sawah Tercemar, Pemkab Jember Lakukan Mediasi
Ambil Sampel Air Sawah Tercemar, Pemkab Jember Tunggu Hasil untuk Tindakan Lanjutan
Keluhkan Bau Menyengat dari Kandang Ayam, Warga Semboro Wadul ke Pemkab Jember
Gelar Aksi, Sehari setelah Pemkab Jember Datang untuk Ambil Sampel, Bagaimana Langkah Pemerintah Selanjutnya?
Pemkab Jember Ambil Sampel Air Limbah Tambak Udang di Kecamatan Gumukmas, Komisi B DPRD Jember Minta Perusahaan Hentikan Operasionalnya