SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember telah melakukan tindakan pengambilan sampel air limbah, dari tambak udang modern di Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas, beberapa hari lalu.
Hal ini dikarenakan banyaknya desakan masyarakat setempat mengeluhkan, adanya air limbah tambak yang masuk ke area persawahan warga.
Alhasil, kurang lebih 200 hektar persawahan di sekitar tambak menjadi rusak dan mudah gagal panen.
Anggota Komisi B DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho mengtakan, langkan yang dilakukan oleh Pemkab Jember ini sudah benar dan harus dilakukan uji lab terkait air limbah tersebut.
"Alhamdulillah, Pemkab Jember sudah mengambil sampel air limbah milik Pt Delta Guna Sukses (GDS) tersebut yang diduga mencemari area persawahan warga," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis 15 Mei 2025.
Komisi B DPRD Jember menurutnya, sudah merekomendasikan pengujian sampel air limbahnya dan termasuk meminta pihak perusahaan tambak untuk menghentikan operasionalnya sementara.
"Memang sudah kami rekomendasikan dari hasil RDP bersama kemarin, untuk di uji lab. Kemudian kami meminta juga hasil ujinya ini dilakukan oleh lembaga yang memiliki kompetensi, sehingga hasilnya menjadi terang," imbuhnya.
"Kami juga waktu itu, meminta agar sembari menunggu hasil uji lab keluar. Perusahaan tambak diharapkan menghentikan operasionalnya sementara waktu," imbuhnya.
Wahyu mengungkapkan, perusahaan tambak tidak seharusnya masih beroperasi saat ini, karena rekomendasi dari hasil RDP sudah jelas.
"Jangan sampai beroperasi terlebih dahulu sampai proses uji lab selesai," tegasnya.
Bila nantinya hasil uji lab ini menunjukan benar, memiliki kandungan yang dapat mencemari lingkungan maka DPRD Jember meminta kepada pihak perusahaan segera melakukan perbaikan.
Artikel Terkait
Kapan Gaji Ribuan Tenaga Honorer di Jember? Ketua Pansus Non ASN DPRD Jember: Kami Masih Tunggu Finalisasi Data
Pansus Non ASN DPRD Jember Rekomendasikan Pemkab Segera Cairkan Gaji Ribuan Tenaga Honorer, Paling Lambat...
Demo di Jember Hari Ini, Seruan Aksi Tolak UU TNI Viral di Media Sosial, Berikut 8 Tuntutan Demonstran kepada Pemerintah dan DPRD Jember
Massa Aksi Kepung Gedung DPRD Jember! Kritisi Soal UU TNI yang Dinilai Mengancam Sipil, Desak Wakil Rakyat Batalkan Kebijakan Cacat Hukum
Banyak Jalan Berlubang di Jember, DPRD Jember Sebut Anggaran Perawatan Bisa Bertambah Hingga Rp17 Miliar
Usulan Perubahan Perda SOTK, Ketua Bapemperda DPRD Jember Hanan Kukuh: Ada 5 OPD yang Dilebur
Harga Gabah Turun, Komisi B DPRD Jember Telusuri Permasalahannya Ternyata…
3 Tahun Bandara Notohadinegoro Tak Beroperasi Pesawat Komersil, Komisi C DPRD Jember Tinjau Lokasi untuk Kesiapan Reaktivasi
Surat Pengajuan PAW Anggota Fraksi PKB, Ketua DPRD Jember Halim: Prosesnya Tinggal Tunggu Pengesahan dari Gubernur Sebelum Sidang Paripurna
Ratusan Koperasi Merah Putih Mulai Terbentuk, Komisi B DPRD Jember Minta Dinas Koperasi Awasi: Jangan Hanya Formalitas Saja!