Ia berpendapat peran ayah tidak sekedar penyedia kebutuhan materi bagi anak namun lebih penting sebagai figur teladan.
"Sayangnya, peran ayah sering kali direduksi hanya sebatas pemberi uang bulanan. Padahal, anak-anak tidak hanya butuh materi. Mereka butuh kehadiran, keteladanan dan kasih sayang seorang ayah. Apa yang kita wariskan kepada anak-anak kita hari ini? Uang, gelar atau teladan hidup," jelasnya.
Menteri Kemendukbangga, dalam laman instagram resminya @wihaji.pwh, kerap mengunggah momen kampanye tentang peran ayah.
Seperti unggahan video 12 Mei lalu, dimana ia menghadiri sesi pertemuan dengan anak-anak muda.
Pada kesempatan tersebut ia menekankan anak muda lebih dekat dengan handphone daripada orangtua, khususnya figur ayah.
"Ayah, ayah tolong hadir kembali. Anak anak butuh saudara kalau nggak nanti orangtuanya bukan bapak-bapak tapi orangtuanya handphone", jelasnya.
Wakil ketua umum Partai Golkar ini dengan lugas mengingatkan akan pentingnya peran Ayah bukan sekedar memberi, tetapi menemani.
Selain program GANTI, fasilitas pendidikan seperti Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) juga rencananya akan diresmikan besok, 15 Mei 2025 di Jakarta.
Disamping itu, terdapat pula program lain yang telah diberlakukan seperti Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan AI SuperApp Berbasis Keluarga dan Lansia Berdaya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Kenapa 17 Mei Jadi Hari Buku Nasional? Ini Sejarah, Tujuan, dan Harapan Besar di Balik Peringatan Literasi Ini
3 Poin Pengakuan Keluarga Korban Ledakan Maut di Garut, Belajar Otodidak untuk Buka Amunisi Kadaluarsa TNI AD
5 Fakta Aksi Pencurian Ponsel oleh WNA di Jember: Pelaku Spesialis Maling iPhone di Pulau Jawa-Bali Diringkus Polisi, Kini Terancam Dideportasi
Verrell Bramasta Dihujat Usai Sorot Kebijakan KDM soal Urus Anak Nakal, Bupati Purwakarta: Datang ke Sini
Strategi BRI Jaga Kredit UMKM Tetap Sehat di Tengah Gejolak Ekonomi Global dan Risiko Geopolitik
Manuver Jokowi Tepis Isu Ijazah Palsu yang Kian Memanas, Pamer Momen Kunjungi Dosen Pembimbing Semasa Kuliah di UGM