SketsaNusantara.id - Tanggal 15 Mei identik dengan keluarga karena merupakan Hari Keluarga Internasional.
Pada tahun 2025 kali ini Hari Keluarga Internasional bertema tentang Family Oriented Policies for Sustainable Development: Towards the Second World Summit for Social Development 2025.
Jika diterjemahkan berarti "Kebijakan Berorientasi Keluarga untuk Pembangunan Berkelanjutan: Menuju KTT Dunia Kedua untuk Pembangunan Sosial".
Baca Juga: Dilakukan Serentak, Polres Gandeng Polsek di Jember Grebek Tempat Sabung Ayam
Tema ini dipilih oleh PBB dengan berdasar pada wawasan global terhadap pentingnya peran keluarga.
Khususnya dalam agenda pembangunan berkelanjutan hingga tahun 2030 mendatang.
Di mana keluarga memiliki peran sangat krusial karena merupakan pilar utama membentuk tatanan kehidupan sosial.
Berkaitan dengan hal tersebut Kemendukbangga menjalankan perannya membuat kebijakan yang sarat akan kepentingan keluarga.
Seperti yang diumumkan melalui situs Kemendukbangga.go.id, terdapat terobosan program yang dicanangkan untuk memberdayakan keluarga.
Dalam hal ini berfokus pada peningkatan kontribusi orangtua sebagai figur pengasuhan utama di mana menekankan pada peran Ayah.
BKKBN mengusung program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) untuk meningkatkan kesadaran para Ayah menjalankan fungsinya dalam pengasuhan.
Dikutip SketsaNusantara.id dari Kemendukbangga.go.id, Prof. Budi Setyono selaku Sekretaris BKKN menyampaikan pesannya.
Artikel Terkait
Kenapa 17 Mei Jadi Hari Buku Nasional? Ini Sejarah, Tujuan, dan Harapan Besar di Balik Peringatan Literasi Ini
3 Poin Pengakuan Keluarga Korban Ledakan Maut di Garut, Belajar Otodidak untuk Buka Amunisi Kadaluarsa TNI AD
5 Fakta Aksi Pencurian Ponsel oleh WNA di Jember: Pelaku Spesialis Maling iPhone di Pulau Jawa-Bali Diringkus Polisi, Kini Terancam Dideportasi
Verrell Bramasta Dihujat Usai Sorot Kebijakan KDM soal Urus Anak Nakal, Bupati Purwakarta: Datang ke Sini
Strategi BRI Jaga Kredit UMKM Tetap Sehat di Tengah Gejolak Ekonomi Global dan Risiko Geopolitik
Manuver Jokowi Tepis Isu Ijazah Palsu yang Kian Memanas, Pamer Momen Kunjungi Dosen Pembimbing Semasa Kuliah di UGM