SketsaNusantara.id- Orang tua salah satu pelajar di Jawa Barat melayangkan pengaduan untuk Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat diadukan kepada Komnas HAM atas kebijakan untuk mengirim para pelajar yang bermasalah ke barak militer.
Kebijakan ini pun menuai pro dan kontra. Salah satunya ada wali murid yang tidak setuju dengan keputusan Dedi Mulyadi.
Orang tua salah satu murid ini diduga mewakili kelompok yang tidak setuju dengan kebijakan gubernur tersebut.
"Mengadukan Gubernur Jawa Barat Pak Dedi Mulyadi terkait dengan kebijakan beliau yang memasukkan siswa dengan permasalahan perilaku ke barak militer," ucapnya dalam video yang diunggah ulang oleh Instagram @lambe_turah pada 10 Mei 2025.
"Saya selaku orang tua murid di Jawa Barat tidak setuju dengan kebijakan ini," tegasnya.
Meski demikian, Dedi Mulyadi perlahan sudah menjalankan kebijakan tersebut atau direalisasikan.
Sampai detik ini sudah ada beberapa pelajar yang dikirim ke barak militer. Hal ini bertujuan untuk memberikan pendidikan karakter kepada mereka.
Dedi Mulyadi memutuskan bahwa pelajar yang dianggap bermasalah di sekolahnya agar dikirim ke sana.
Kemudian mereka mendapatkan pendidikan karakter dengan basis militer selama 14 hari ke depan.
Adapun salah satu para pelajar yang dikirim ke sana adalah siswa atau laki-laki dengan tingkah laku feminim di sekolahnya.
Artikel Terkait
Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Barak Militer untuk Siswa Bermasalah, Program Pembinaan Berlangsung 6 Bulan
Banyak Diperdebatkan, Kak Seto Angkat Bicara Program Siswa Bermasalah Masuk Barak Militer Inisiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Potret Mewah Pernikahan Asyifa Latief dan Suami, Gubernur Jawa Barat dan Wakil Presiden Jadi Saksi, Mertuanya Gak Kaleng-kaleng
Pakar Hukum Soroti Program Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bermasalah ke Barak Militer: Anak Nakal ke Barak, Anak Pelanggar Konstitusi Dikirim ke Mana?
Larangan Wisuda dari Gubernur Dedi Mulyadi Disambut Positif, Siswi Ini Buktikan Perpisahan Tetap Seru Walau Tanpa Wisuda
Dikritik KPAI, Program Barak Militer Dedi Mulyadi Dianggap Tak Manusiawi dan Abaikan Hak Anak