Kamis, 4 Juni 2026

Tak Terima dengan Kebijakan Dedi Mulyadi, Pria Ini Laporkan Gubernur Jawa Barat ke Komnas HAM Buntut Para Pelajar Dikirim ke Barak Militer: Saya...

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 15:35 WIB
Dedi Mulyadi dilaporkan kepada Komnas HAM oleh salah satu wali murid di Jawa Barat. (Instagram @dedimulyadi71)
Dedi Mulyadi dilaporkan kepada Komnas HAM oleh salah satu wali murid di Jawa Barat. (Instagram @dedimulyadi71)

SketsaNusantara.id- Orang tua salah satu pelajar di Jawa Barat melayangkan pengaduan untuk Dedi Mulyadi.

Gubernur Jawa Barat diadukan kepada Komnas HAM atas kebijakan untuk mengirim para pelajar yang bermasalah ke barak militer.

Kebijakan ini pun menuai pro dan kontra. Salah satunya ada wali murid yang tidak setuju dengan keputusan Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Jika Terbukti Ridwan Kamil adalah Ayah Biologis Putri Lisa Mariana, Apakah Keluarga Mantan Gubernur Jawa Barat Mau berbagi Warisan?

Orang tua salah satu murid ini diduga mewakili kelompok yang tidak setuju dengan kebijakan gubernur tersebut.

"Mengadukan Gubernur Jawa Barat Pak Dedi Mulyadi terkait dengan kebijakan beliau yang memasukkan siswa dengan permasalahan perilaku ke barak militer," ucapnya dalam video yang diunggah ulang oleh Instagram @lambe_turah pada 10 Mei 2025.

"Saya selaku orang tua murid di Jawa Barat tidak setuju dengan kebijakan ini," tegasnya.

Baca Juga: Buya Yahya Angkat Bicara Soal Vasektomi yang Diajukan Sebagai Syarat Penerima Bansos Oleh Gubernur Jawa Barat: Tujuannya Sudah Benar Tapi...

Meski demikian, Dedi Mulyadi perlahan sudah menjalankan kebijakan tersebut atau direalisasikan.

Sampai detik ini sudah ada beberapa pelajar yang dikirim ke barak militer. Hal ini bertujuan untuk memberikan pendidikan karakter kepada mereka.

Dedi Mulyadi memutuskan bahwa pelajar yang dianggap bermasalah di sekolahnya agar dikirim ke sana.

Baca Juga: Bikin Siswa-Siswi Kecewa Berjamaah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tegaskan Larangan Kegiatan Wisuda untuk Kelulusan SMA, Ada 3 Alasan Penting!

Kemudian mereka mendapatkan pendidikan karakter dengan basis militer selama 14 hari ke depan.

Adapun salah satu para pelajar yang dikirim ke sana adalah siswa atau laki-laki dengan tingkah laku feminim di sekolahnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X