SketsaNusantara.id- Dedi Mulyadi membuat program baru yang mengikutsertakan sejumlah pelajar bermasalah di sekolahnya.
Hal ini bahkan sudah terealisasikan. Gubernur Jawa Barat mengirimkan sejumlah pelajar yang dianggap "nakal" ke barak militer.
Kebijakan ini lantas menuai pro dan kontra. Bahkan membuat salah satu pria yang berperilaku feminim ini angkat bicara.
Adapun kebijakan yang digelontorkan oleh Dedi Mulyadi ini bertujuan untuk mendidik pemahaman karakter kepada para pelajar.
Sehingga mereka harus mengikuti pelatihan di barak militer selama 14 hari. Pelajar yang dikirim ke sana juga bukan sembarangan.
Melainkan para pelajar yang dianggap bermasalah di sekolahnya. Hingga salah satunya adalah siswa yang bertingkah laku gemulai.
Hal ini pun membuat salah seorang pria yang memiliki tingkah laku gemulai mengungkap sanggahannya melalui media sosial.
Alih-alih tujuan Gubernur Jawa Barat adalah mengubah siswa bergaya feminim untuk kembali menjadi laki-laki sejati.
Sosok pria ini justru tak setuju dengan kebijakan yang digelontorkan oleh Dedi Mulyadi kepada para pelajar untuk dikirim ke barak militer.
"Gak akan mempan pak, sumpah," katanya dalam video yang diunggah ulang oleh Instagram @lambegosiip pada 10 Mei 2025.
"Kayak gue cowok gemulai, yang ada makin suka gak sih kalau dimasukin (barak militer), banyak cowok-cowok," imbuhnya.
Artikel Terkait
Alasan Joko Anwar Kritisi Rencana Dedi Mulyadi Kirim Anak Bermasalah ke Barak Militer: Bukan Solusi yang Tepat
Banyak Diperdebatkan, Kak Seto Angkat Bicara Program Siswa Bermasalah Masuk Barak Militer Inisiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Buya Yahya Komentari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Soal Vasektomi Syarat Penerima Bansos, Menyimpang dari Syariat?
Pakar Hukum Soroti Program Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bermasalah ke Barak Militer: Anak Nakal ke Barak, Anak Pelanggar Konstitusi Dikirim ke Mana?
Larangan Wisuda dari Gubernur Dedi Mulyadi Disambut Positif, Siswi Ini Buktikan Perpisahan Tetap Seru Walau Tanpa Wisuda
Dikritik KPAI, Program Barak Militer Dedi Mulyadi Dianggap Tak Manusiawi dan Abaikan Hak Anak