Menurutnya, yang dipersoalkan publik yakni vasektomi sebagai syarat menerima bantuan dinilai termasuk sebagai diskriminasi terhadap penerima bansos.
Dandhy pun menilai, pernyataan Dedi Mulyadi perihal vasektomi sebagai bentuk tanggung jawab pria dalam program Keluarga Berencana.
Baca Juga: Sekolah Masih 'Ngotot' Adakan Study Tour dan Wisuda? Dedi Mulyadi 'Bikin Viral' Isi WA SMP Ini!
Ia pun menuding Gubernur Jawa Barat periode 2024-2029 ini sedang memainkan politik adu domba berbasis gender.
“Yang dipersoalkan publik adalah diskriminasi penerima bantuan sosial, yang dia mainkan politik ‘adu domba’ berbasis gender,” cuit Dandhy Laksono lagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Tak Kalah Eksotis dari Tugu Biawak Wonosobo, Patung Kerbau di Mamasa Sulawesi Barat Tuai Pujian Karena Tampak Seperti Asli, Biayanya Cuma 20 Juta?
Sederet Fakta Menarik Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung dari Indonesia yang Masuk Daftar Konklaf Pemilihan Paus Baru di Vatikan
Sedih, Warga Sintang Kalbar Kumpulkan Sisa Uang Gosong Pasca Rumahnya Kebakaran, Masih Bisa Ditukar Uang Baru? Begini Penjelasan Bank Indonesia
5 Pernyataan Prabowo saat Peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno Hatta
AI Siap Gantikan Sistem Lama! Ini Seruan Tegas OJK untuk Industri Perbankan
7 Tahun Bersama, Jeannette Lee Akhiri Perjalanan di Indosiar: Apa yang Terjadi?