Sikap dari oknum polisi tersebut disayangkan oleh sejumlah jurnalis, yang sudah naik ke sekitaran lokasi pendakian.
"Tadi sudah menunggu di sekitaran hutan Ponkesdes Binakal, tapi dilarang untuk mengambil video dan foto," ujar Ichuk S Widarsa wartawan Detik.com.
Dirinya juga menjelaskan, bahwa tindakan tidak terpuji juga dialami oleh anggota Basarnas.
"Saya juga melihat orang Basarnas, sempat didorong sampai jatuh oleh oknum polisi," jelasnya.
Ichuk juga menyayangkan, sikap oknum polisi yang menghalangi kerja jurnalis padahal ada UU yang mengatur tentang kebebasan pers.
Hal senada juga disampaikan, Pemred FTV Jember Yono yang mengungkapkan sempat didorong saat hendak mengambil gambar.
"Saya sempat didorong dan ini menghalangi kerja jurnalis di lapangan," tambahnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Mbok Yem Wafat, Inilah Sederet Fakta Menarik Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia, Tinggalkan Kenangan Tak Terlupakan bagi Para Pendaki Gunung Lawu
Warung Ikonik di Puncak Lawu Kini Tak Lagi Sama, Mbok Yem Telah Tiada, Ini Warisan Hangatnya untuk Para Pendaki
5 Fakta Tragedi Pemuda Jember yang Dikabarkan Hilang Saat Mendaki Gunung Saeng: Kronologi hingga Penemuan Korban dalam Keadaan Tak Bernyawa
Siswa SMKN 5 Jember Jatuh ke Jurang di Gunung Saeng, Waka Kesiswaan Sebut Korban Belum Pernah Mendaki Gunung
Belajar dari Kasus Hilangnya Pendaki di Gunung Saeng, Ini 8 Persiapan Utama yang Tak Boleh Diabaikan Pendaki Pemula