Kamis, 4 Juni 2026

Teruskan Tradisi, Warga di Nganjuk Gelar Ambengan dan Pengajian Saat Nyadran

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Minggu, 4 Mei 2025 | 19:50 WIB
Masyarakat Desa Jintel, Rejoso, Nganjuk sedang berkumpul untuk mengikuti acara nyadran. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)
Masyarakat Desa Jintel, Rejoso, Nganjuk sedang berkumpul untuk mengikuti acara nyadran. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

SketsaNusantara.id - Ratusan warga datang ke balai Desa Jintel, Kecamatan Rejoso, Nganjuk. Minggu 4 Mei 2025. Mereka datang membawa ambengan menyambut tradisi nyadran.

Tampak hadir kepala Desa Jintel bersama perangkat desa, Babinsa dan Babhinkamtibmas. Termasuk juga para pengurus lembaga desa dan para tokoh masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan istighosah bersama. Dilanjutkan dengan tahlilan untuk kirim doa kepada para arwah leluhur.

Baca Juga: Kader NU Rejoso Nganjuk Siap Lanjutkan Peran Majukan Umat: Menjaga Keseimbangan Tradisi Keilmuan

Kepala Desa Jintel Jito  menyampaikan bahwa tradisi nyadran ini sudah turun temurun di desanya. "Dan ini harus tetap dilestarikan," ujarnya.

Pemerintah Desa Jintel, lanjutnya, akan membedah sejarah para tokoh-tokoh pendiri desa Jintel. "Agar tidak hilang dan bisa dibaca generasi penerusnya," jelasnya.

Dia juga mewanti-wanti agar para orang tua terus mengawasi penggunaan handphone oleh anaknya. "Karena sudah banyak sekali penipuan terjadi di media sosial," pesannya.

 Baca Juga: Mbah Shobib Jepara, Wali Nyentrik Bergelar Kyai Sarjana Kubur, Pernah Jadi Khadam Kyai Romli Tamin Rejoso

la menambahkan tradisi nyadran juga akan digelar hiburan. "Berupa pertunjukan wayang krucil dan dangdutan," ucapnya.

Puncak rangkaian acara nyadran kali ini digelar pengajian umum. "Sebagai ucapan tasyakuran bersih desa warga Desa Jintel ini," pungkasnya.

Saat memberikan mauidzhah hasanah, KH Imam Romadhon berpesan agar warga Desa Jintel tetap rukun. "Terus kompak dalam melestarikan tradisi desa," pintanya.

Baca Juga: Revitalisasi Program Kerja, MWC NU Rejoso Nganjuk Gelar Musker 

Dirinya mengakui kebaikan leluhur yang sudah mewariskan berbagai tradisi. "Tergantung kita menyikapi dan menatanya," imbuhnya.

Kegiatan ditutup dengan doa dan makan bersama ambengan. Selama rangkaian acara berlangsung, warga tambak bahagia dan tertib.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X