SketsaNusantara - Marsinah bukan sekadar nama dalam catatan sejarah Indonesia. Ia adalah simbol perlawanan buruh yang tetap hidup dalam ingatan publik meski telah lebih dari tiga dekade berlalu sejak kepergiannya.
Perempuan muda kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, 10 April 1969, ini dikenal luas setelah kematiannya yang tragis pada 8 Mei 1993.
Sebagai buruh pabrik di PT Catur Putra Surya (CPS) di Sidoarjo, Marsinah menjadi korban pelanggaran HAM berat setelah memperjuangkan hak-hak dasar pekerja.
Marsinah dikenal sebagai sosok berani dan cerdas. Ia aktif menyuarakan aspirasi rekan-rekannya, terutama dalam menuntut upah yang layak dan kondisi kerja yang manusiawi.
Pada masa itu, Orde Baru sangat membatasi kebebasan berserikat dan berpendapat.
Dalam situasi yang penuh tekanan tersebut, Marsinah ikut menuntut pelaksanaan keputusan gubernur Jawa Timur tentang kenaikan upah minimum sebesar Rp1.700 per bulan.
Baca Juga: Solidaritas Jember Melawan Gelar Aksi Peringati Hari Buruh Internasional, Ini Tuntutannya
Dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Kamar Film, aksi mogok kerja yang dilakukan bersama buruh lainnya berujung pada pemanggilan dan intimidasi terhadap beberapa karyawan oleh aparat militer.
Marsinah tidak tinggal diam, Setelah mengetahui bahwa rekan-rekannya dipaksa mengundurkan diri, Marsinah mendatangi markas militer untuk meminta kejelasan.
Tidak lama setelah itu, ia dinyatakan hilang. Beberapa hari kemudian, jasadnya ditemukan di hutan Wilangan, Nganjuk, dengan tanda-tanda penyiksaan berat.
Baca Juga: Puluhan Mahasiswa dan Buruh di Jember Gelar Aksi, Tuntut Kesejahteraan Pekerja
Luka di tubuhnya menjadi saksi bisu atas kekejaman yang dialaminya. Kasus ini menyita perhatian publik dan internasional. Organisasi HAM dunia, seperti Amnesty International dan Human Rights Watch, mendesak pemerintah Indonesia mengusut tuntas kasus Marsinah.
Sayangnya, hingga hari ini, keadilan untuk Marsinah belum benar-benar ditegakkan. Beberapa orang sempat dijadikan tersangka, namun bukti lemah dan dugaan rekayasa hukum membuat kasus ini menggantung.
Artikel Terkait
Pemkab Jember Jalin Kekompakan Buruh dan Pengusaha Lewat Jalan Sehat
May Day 2025 di Monas: Ribuan Buruh Tumpah Ruah, Presiden Prabowo Hadir Dengarkan Aspirasi
Hari Buruh Bukan Perayaan, tapi Peringatan: Memaknai Perjuangan Kelas Pekerja Melawan Penindasan
4 Fakta Pelarangan Hari Buruh 1 Mei Era Orde Baru, Ketakutan Soeharto hingga Lahirnya Hari Pekerja Nasional
Presiden Prabowo Hadiri Peringatan Hari Buruh Internasional di Monas: Kita Akan Segera Membentuk Satuan Tugas PHK