Kamis, 4 Juni 2026

Siapa Marsinah? Kisah Buruh Perempuan yang Menjadi Ikon Perlawanan

Photo Author
Putri Safadila, Sketsa Nusantara
- Kamis, 1 Mei 2025 | 21:58 WIB
Presiden Prabowo Subianto janji akan hapuskan outsourcing, berikan perlindungan bagi para pekerja hingga usulkan Marsinah jadi Pahlawan Nasional pada Peringatan Hari Buruh 1 Mei 2025 (Instagram/presidenrepublikindonesia)
Presiden Prabowo Subianto janji akan hapuskan outsourcing, berikan perlindungan bagi para pekerja hingga usulkan Marsinah jadi Pahlawan Nasional pada Peringatan Hari Buruh 1 Mei 2025 (Instagram/presidenrepublikindonesia)

SketsaNusantara - Marsinah bukan sekadar nama dalam catatan sejarah Indonesia. Ia adalah simbol perlawanan buruh yang tetap hidup dalam ingatan publik meski telah lebih dari tiga dekade berlalu sejak kepergiannya.

Perempuan muda kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, 10 April 1969, ini dikenal luas setelah kematiannya yang tragis pada 8 Mei 1993.

Sebagai buruh pabrik di PT Catur Putra Surya (CPS) di Sidoarjo, Marsinah menjadi korban pelanggaran HAM berat setelah memperjuangkan hak-hak dasar pekerja.

Baca Juga: Serikat Pekerja Minta Ini ke Presiden Prabowo di Hari Buruh Internasional, Salah Satunya Revisi UU Cipta Kerja

Marsinah dikenal sebagai sosok berani dan cerdas. Ia aktif menyuarakan aspirasi rekan-rekannya, terutama dalam menuntut upah yang layak dan kondisi kerja yang manusiawi.

Pada masa itu, Orde Baru sangat membatasi kebebasan berserikat dan berpendapat.

Dalam situasi yang penuh tekanan tersebut, Marsinah ikut menuntut pelaksanaan keputusan gubernur Jawa Timur tentang kenaikan upah minimum sebesar Rp1.700 per bulan.

Baca Juga: Solidaritas Jember Melawan Gelar Aksi Peringati Hari Buruh Internasional, Ini Tuntutannya

Dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Kamar Film, aksi mogok kerja yang dilakukan bersama buruh lainnya berujung pada pemanggilan dan intimidasi terhadap beberapa karyawan oleh aparat militer.

Marsinah tidak tinggal diam, Setelah mengetahui bahwa rekan-rekannya dipaksa mengundurkan diri, Marsinah mendatangi markas militer untuk meminta kejelasan.

Tidak lama setelah itu, ia dinyatakan hilang. Beberapa hari kemudian, jasadnya ditemukan di hutan Wilangan, Nganjuk, dengan tanda-tanda penyiksaan berat.

Baca Juga: Puluhan Mahasiswa dan Buruh di Jember Gelar Aksi, Tuntut Kesejahteraan Pekerja

Luka di tubuhnya menjadi saksi bisu atas kekejaman yang dialaminya. Kasus ini menyita perhatian publik dan internasional. Organisasi HAM dunia, seperti Amnesty International dan Human Rights Watch, mendesak pemerintah Indonesia mengusut tuntas kasus Marsinah.

Sayangnya, hingga hari ini, keadilan untuk Marsinah belum benar-benar ditegakkan. Beberapa orang sempat dijadikan tersangka, namun bukti lemah dan dugaan rekayasa hukum membuat kasus ini menggantung.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Kamar Film

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X