"Kemarin kasus LG, batal (investasi) mungkin lebih baik lari ke negara lain," ujar Ferry, sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Rhenald Kasali.
Ferry menegaskan pentingnya Indonesia untuk lebih memperhatikan indikator ekonomi makro, salah satunya adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Jadi tolong, RI jangan anggap remeh indikator indeks harga saham gabungan (IHSG)," tegas Ferry.
Menurutnya, dampak mundurnya LG bisa jauh lebih luas daripada sekadar kehilangan investasi langsung. Ia mencontohkan bagaimana arus keluar dana asing dapat berpengaruh pada stabilitas harga pangan domestik.
"Memang benar, petani itu tidak bermain saham, harga pangan stabil, tapi sampai di mana?" sebut Ferry.
Ferry menambahkan, jika dana investasi asing seperti dari LG 'ngacir' dari Indonesia, maka akan ada potensi guncangan di sektor pangan.
"Kalau dolar (investasi LG) itu ngacir atau pergi, bisa juga harga pangan ini goyang (terdampak)," tandasnya.
Mundurnya LG bukan hanya sekadar kegagalan proyek semata. Ini menjadi alarm keras bagi Indonesia untuk mengevaluasi kembali iklim investasinya, terutama dalam memastikan perlakuan yang adil terhadap semua investor, baik dari Korea Selatan, Tiongkok, maupun negara lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Hadiri Sertijab di Jember, Gubernur Jatim Khofifah Tekankan Program MBG Berjalan Maksimal: Ini Upaya Pengentasan Kemiskinan
Pemprov Jatim Minta Program MBG Berjalan, Bupati Jember Gus Fawait: Pemkab Siapkan Anggaran Pendukungnya
Pemprov Jatim Instruksikan Program MBG Berjalan di Jember, Ketua DPRD Halim: Ada Potensi Tambahan Alokasi Anggaran
Ada Aroma Kecurangan di Program MBG, KPK Temukan Dugaan Pengurangan Anggaran
Geger Menu MBG Versi Ramadhan! Nasi Diganti Biskuit, Netizen Heboh Soroti Gizi dan Harga