Kamis, 4 Juni 2026

LG Mundur dari Proyek Baterai Nikel RI, Ada Apa? Drajad Wibowo dan Ferry Latuhihin Ungkap Alasan dan Dampak Besarnya

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 29 April 2025 | 08:30 WIB
Pengamat Ekonomi dan Analis Pasar Modal, Ferry Latuhihin (kiri) dan ilustrasi LG Energy Solution Co. (kanan). (Kolase YouTube.com/RhenaldKasali - LG Energi Solution)
Pengamat Ekonomi dan Analis Pasar Modal, Ferry Latuhihin (kiri) dan ilustrasi LG Energy Solution Co. (kanan). (Kolase YouTube.com/RhenaldKasali - LG Energi Solution)

SketsaNusantara.id - Perusahaan raksasa Korea Selatan, LG, resmi menarik diri dari proyek baterai nikel terintegrasi di Indonesia.

Keputusan ini sontak memicu kehebohan di tengah publik dan memunculkan berbagai spekulasi.

Proyek yang semula digadang-gadang membawa investasi jumbo ini kini menemui jalan buntu. Mengapa LG mundur? Apa dampaknya untuk perekonomian nasional?

Baca Juga: Program MBG Dinyinyiri Profesor? Prabowo Balik Sindir: Biar Nanti Profesor Belajar dari Ustadz Adi Hidayat

Ketua Dewan Pakar PAN, Drajad Wibowo, mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan pihak dari Korea Selatan, termasuk dari konsorsium LG.

Dalam pertemuan itu, terungkap bahwa LG sempat sepakat untuk berinvestasi di proyek baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan nilai fantastis, yaitu 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp33,7 triliun.

Namun, di luar dugaan, situasi pasar global berubah. Drajad menyebut, produsen mobil listrik asal China, BYD Auto Co. Ltd, gagal menembus pasar Eropa akibat perang dagang. Akibatnya, BYD mulai membidik pasar Indonesia dan mendapatkan berbagai kemudahan dari pemerintah.

Baca Juga: Puluhan Siswa Cianjur Keracunan Usai Makan dari Program MBG, BGN Selidiki Penyebab dan Janji Perbaikan Menyeluruh

Menurut Drajad, hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa LG berpikir ulang untuk melanjutkan investasinya.

"LG mikir lagi, kalau mau investasi terus, pasarnya turun, kami tidak diperlakukan sama dengan teman-teman dari China," tutur Drajad dalam sebuah diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada 24 April 2025.

Pernyataan Drajad memperjelas bahwa ketidaksetaraan perlakuan antara investor asal Korea Selatan dan Tiongkok menjadi batu sandungan besar.

Baca Juga: Wilie Salim Sukses Bikin Acara Makan Besar Bareng 100 Ribu Warga Bengkulu, Menu Makanan Komplit Jadi Sorotan Publik hingga Dibandingkan dengan MBG

Selain itu, kekhawatiran atas potensi kerugian di masa depan juga membuat LG memilih mundur sebelum terlambat.

Dalam kesempatan berbeda, Pengamat Ekonomi dan Analis Pasar Modal, Ferry Latuhihin, juga memberikan komentarnya. Ia menilai bahwa langkah LG untuk batal berinvestasi mungkin merupakan keputusan rasional dalam kondisi saat ini.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube Rhenald Kasali

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X