Minggu, 19 Juli 2026

Puluhan Siswa Cianjur Keracunan Usai Makan dari Program MBG, BGN Selidiki Penyebab dan Janji Perbaikan Menyeluruh

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 24 April 2025 | 06:30 WIB
Ilustrasi MBG, terjadi kasus keracunan di Cianjur. (Freepik / freepik)
Ilustrasi MBG, terjadi kasus keracunan di Cianjur. (Freepik / freepik)

SketsaNusantara.id - Puluhan siswa dari dua sekolah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Insiden tersebut terjadi pada Senin, 21 April 2025, dan segera mendapat perhatian serius dari pemerintah, khususnya Badan Gizi Nasional (BGN).

Dua sekolah yang terdampak dalam kejadian ini adalah MAN 1 Cianjur dan SMP PGRI 1 Cianjur. Gejala seperti mual, pusing, dan muntah mulai dirasakan siswa beberapa jam setelah makan siang bersama dari program MBG.

Baca Juga: Wilie Salim Sukses Bikin Acara Makan Besar Bareng 100 Ribu Warga Bengkulu, Menu Makanan Komplit Jadi Sorotan Publik hingga Dibandingkan dengan MBG

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia memastikan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas lembaganya.

"Kami turut menyampaikan rasa empati dan berharap seluruh siswa segera pulih. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami,” ujar Dadan pada Selasa, 22 April 2025.

Menurut Dadan, penyebab pasti dari gejala keracunan masih belum dapat dipastikan hingga saat ini. Namun, langkah awal telah dilakukan dengan mengirimkan sampel makanan yang dikonsumsi siswa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Beda Nasib: Ribuan Staf MBG Belum Terima Gaji, Prabowo Mengaku Sedih Menterinya Tak Dapat Mobil Dinas sejak Dilantik

"Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyebab keracunan, apakah berasal dari MBG atau bukan," tambahnya.

Dadan juga menegaskan bahwa BGN telah menyusun sejumlah langkah strategis untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan. Salah satunya adalah dengan mendorong transparansi jadwal menu harian MBG yang dapat diakses melalui kanal digital.

"Kami mendorong transparansi jadwal menu harian melalui kanal digital. Selain itu, kami akan meningkatkan kapasitas pelatihan keamanan pangan bagi seluruh penyedia MBG," tuturnya.

Baca Juga: Surat Terbuka untuk Prabowo, Gaji Staf SPPG MBG Belum Dibayar Sejak Program Berjalan: Berhutang hingga Jual Motor Demi Makan

Meski hasil laboratorium belum keluar, sistem distribusi dan pengolahan makanan yang digunakan saat kejadian telah dievaluasi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lokasi. Pihak SPPG menyatakan bahwa pengolahan makanan telah mengikuti standar yang berlaku.

Namun demikian, langkah antisipatif tetap diambil. BGN memperketat pengawasan penyimpanan makanan di seluruh dapur penyedia MBG serta akan menyempurnakan sistem keamanan pangan nasional secara keseluruhan. Ini termasuk penguatan regulasi serta pelatihan rutin bagi para mitra penyedia makanan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X